Berita > Ekosospol
Waspada! Salah Satu Modus Gaet CTKI ke Taiwan dengan Visa Turis
17 Mar 2018 14:05:00 WIB | Yully Agyl | dibaca 1831
Ket: Salah satu contoh visa turis
Foto: Dok Pri SR
Taipei, LiputanBMI - Taiwan masih menjadi alternatif utama bagi sebagian warga negara Indonesia yang memiliki hasrat untuk mengubah perekonomian keluarga dengan mengadu nasib di luar negeri.

Namun, di tengah besarnya antusias CTKI yang ingin berangkat ke Taiwan sering terkendala oleh proses yang sangat sulit dan pastinya menguras tenaga, pikiran, dan biaya, sehingga ada segelintir orang yang memanfaatkannya demi keuntungan pribadi.

Dengan iming-iming gaji yang besar (NTD 35000 - NTD 40000) dan proses pengurusan hingga pemberangkatan ke Taiwan, berbagai cara ditempuh oleh para perekrut.

Setelah program kuliah sambil bekerja yang belakangan marak dipromosikan (tetapi banyak pihak yang meragukan bahkan menentang adanya program ini karena sangat besar risiko yang akan dihadapi di Taiwan), kini muncul lagi skema yang sudah lama terkubur, yaitu dengan menggunakan visa turis.

Berdasarkan hasil investigasi dan wawancara via telepon dengan seorang yang mampu membantu menguruskan visa masuk ke Taiwan, sebut saja namanya MH (data lengkap di penulis), ternyata hanya dengan berbekal uang 20 - 25 juta rupiah sudah bisa berangkat untuk bekerja di Taiwan.

Dengan memanfaatkan beberapa kelemahan yang ada dalam sistem keimigrasian Indonesia ataupun Taiwan mereka dengan sangat leluasa membantu proses pembuatan visa turis tujuan Taiwan. Tidak ada yang salah dengan visa ini jika digunakan dengan semestinya yaitu untuk tujuan berwisata. Namun yang banyak terjadi adalah disalahgunakan untuk bekerja secara ilegal.

Mari kita pahami apa saja risiko menggunakan visa turis untuk keperluan bekerja di Taiwan khususnya dan juga negara lain.

1. Melanggar aturan imigrasi.
Menggunakan visa turis untuk bekerja di Taiwan atau pun negara lain jelas melanggar aturan imigrasi di negara tersebut. Apabila tertangkap atau diketahui oleh pihak berwajib maka sudah pasti akan dideportasi ke Indonesia.

2. Tidak adanya asuransi
Visa turis tentunya sangat berbeda dengan visa pekerja yang di dalamnya setiap PMI (Pekerja Migran Indonesia) dilindungi oleh asuransi.

3. Tidak adanya agency di Taiwan
Tidak adanya agency di Taiwan tentunya akan sangat mempersulit ruang gerak kita guna membantu mencarikan pekerjaan ataupun ketika kita mendapat masalah di tempat kerja.

4. Human trafficking
Menyalahgunakan visa di luar ketentuan yang berlaku merupakan salah satu indikator aktivitas perdagangan manusia.

Maka, mari kita semua gunakan jalur yang sudah disediakan oleh pemerintah untuk menjadi pekerja migran Indonesia yang baik agar terhindar dari masalah di negara penempatan.

Penulis: Slamet Riyadi (PMI di Taiwan)
(YLA/FK, 17/03)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki