Berita > Ekosospol
Bersinergi Dengan KJRI Jeddah, UIN Antasari Banjarmasin Perkuat Kerja Sama Pendidikan Dengan Arab Saudi
17 Mar 2018 07:01:57 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 864
Ket: Kunjungan Rektor UIN Antasari Banjarmasin, Prof DR H Mujiburrahman ke KJRI Jeddah
Foto: KJRI Jeddah
Jeddah, LiputanBMI - Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Dr. Mohamad Hery Saripudin, menerima kunjungan rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Prof DR H Mujiburrahman pada Kamis, 15 Maret 2018 di ruang kerjanya.

Selain dalam rangka bersilaturrahmi, Rektor bersama tim menyampaikan agenda kunjungan kerjanya selama berada di Arab Saudi, terutama agenda pembahasan kerja sama yang akan disampaikannya dalam pertemuan dengan Rektor Universitas Islam Madinah (UIM).

Dalam kunjungan singkat tersebut, Konjen RI Jeddah menyampaikan update upaya KJRI Jeddah dalam rangka mempererat kerja sama bidang pendidikan antara Indonesia-Arab Saudi sebagai implementasi salah satu dari sebelas MOU antara RI-Arab Saudi yang telah ditandatangani dalam kunjungan Raja Salman Bin Abdulaziz ke Indonesia pada 2017.

Disampaikan Konjen bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pejabat UIM termasuk rektornya yang baru dan menyampaikan apresiasi atas penerimaan mahasiswa Indonesia di Universitas itu yang jumlahnya dari tahun ke tahun terus meningkat.

Hingga saat ini terdapat hampir seribu mahasiswa asal Indonesia yang belajar di kampus yang terletak di jantung Kota Suci kedua itu dengan skema beasiswa dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Selain itu, UIM telah menawarkan program pelatihan bahasa Arab (daurah) bagi para pejabat, tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan di bidang pendidikan di Indonesia.

"Rektor UIM yang baru ini lulusan Amerika, terbuka dan akomodatif," kata Konjen dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/03/2018).

Konjen juga mengusulkan kepada Rektor UIM untuk mengubah pola rekrutmen calon mahasiswa dengan melibatkan lembaga berwenang terkait di Tanah Air seperti Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi (restekdikti) Republik Indonesia dan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Kementerian Agama.

Terkait usulan Konjen di atas, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Riyadh Dr. Ahmad Ubaedillah berpendapat senada dan telah menyampaikannya juga kepada pihak berwenang di tanah air.

Kepada Rektor UIN Antasari Konjen yang didampingi Pelaksana Fungsi (PF) Pensosbud-1 Mohammad Soekarno, PF Pensosbud-2 Umar Badarsyah dan Kepala Sekolah Indonesia Jeddah Sugiono, juga menyampaikan perkembangan terkini arah kebijakan pemerintah Arab Saudi seiring dengan GBHN-nya, yaitu Saudi Vision 2030 dan dampaknya terhadap perubahan sosialnya yang terjadi sangat cepat.

Dalam beberapa pertemuan dengan para pejabat berwenang Arab Saudi, imbuh Konjen, dirinya telah menyampaikan inisiatif mengenai pendirian pusat kebudayaan dan bahasa Indonesia, termasuk di kampus, seiring meningkatnya kebutuhan dan animo masyarakat Arab Saudi untuk mempelajari Bahasa Indonesia. Konjen berharap agar Rektor juga memperkuat usulan tersebut pada pertemuan dengan Rektor UIM nanti.

Guru besar sosiologi agama yang menjabat rektor UIN Antasari sejak Oktober 2017 ini mengaku kaget dengan perubahan yang sangat pesat di berbagai bidang di Arab Saudi dan menyatakan komitmennya untuk bersinergi dengan KJRI Jeddah dalam upaya memperkuat kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Arab Saudi.

(IYD/IYD, 17/03)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki