Berita > Ekosospol
Direktur Imigrasi Taiwan: Tidak Ada Double Visa untuk Pelajar dan Pekerja
14 Mar 2018 15:21:45 WIB | Yully Agyl | dibaca 530
Ket: Direktur Imigrasi Taiwan dan Kepala KDEI di MTS Taipei
Foto: Taiwan News
Taipei, LiputanBMI - Baru-baru ini, ada lembaga mengiklankan tentang kesempatan untuk datang ke Taiwan belajar sambil bekerja. Menanggapi hal ini, Direktur Imigrasi, Yang Jiajun, dengan sungguh-sungguh menyatakan bahwa mereka yang sedang belajar di Taiwan adalah menggunakan "visa pelajar" dan bukan "visa kerja." Jika ingin bekerja secara legal, siapa pun masih harus mendapatkan ijin kerja yang dikeluarkan oleh Kementerian Tenaga Kerja. Jika tidak, itu akan menjadi tindakan ilegal.

Sebagaiman dilansir Taiwan News, Sabtu (10/3/2018), pada malam Festival Musim Semi, Yang Jiajun dan perwakilan Indonesia di Taiwan berkunjung ke Aula Stasiun Kereta Taipei untuk melihat aktivitas para pekerja. Dalam kesempatan itu, Yang, Kepala KDEI Robert James Bintaryo, duduk bersama dan berkomunikasi dengan para BMI.

Dari dialog itu diketahui bahwa para pekerja tersebut menemukan beberapa informasi yang salah. Selain penjelasan di tempat, ia juga mengingatkan untuk pekerja pindahan harus mencari konfirmasi dari kantor perwakilan atau departemen pemerintah Taiwan agar tidak tertipu.

Yang Jiajun menjelaskan bahwa banyak pekerja yang telah pindah kerja setelah mendengar adanya beberapa lembaga yang mempromosikan universitas Taiwan untuk belajar sambil bekerja. Ia menjelaskan bahwa visa untuk belajar di Taiwan adalah visa pelajar dan bukan visa kerja.

Para pekerja ditipu untuk bekerja di Taiwan. Bisakah mereka tetap tinggal?
Yang Jiajun menyatakan bahwa jika ditipu oleh kelompok atau lembaga dan pengadilan menetapkan bahwa itu adalah korban perdagangan manusia, pemerintah akan memberikan tempat tinggal sementara dan izin kerja jangka pendek untuk pekerja yang kehilangan tempat tinggal tersebut, dan Departemen Imigrasi akan membantu korban untuk kembali ke negaranya sesegera mungkin.
Dianjurkan jika ada situasi seperti itu, sebaiknya segera menginformasikan kepada Departemen Imigrasi.

Pada tahun 1998, Taiwan telah memberikan jaminan legislatif seperti "Undang-Undang Pencegahan dan Penanganan Perdagangan Manusia". Para pekerja yang mengungsi tidak perlu khawatir tentang penolakan eksploitasi.

Yang Jiajun juga mengatakan, Taiwan harus bersyukur atas kontribusi para TKA dalam transisi ke masyarakat Taiwan. Pihak Taiwan juga harus memahami kesulitan dan keinginan mereka untuk mendapatkan pekerjaan di tempat lain. Harus bisa membuat penduduk baru dan pekerja dalam masa transisi merasa dihormati dan dipedulikan, serta menganggap Taiwan sebagai "rumah mereka".
(YLA/YLA, 14/03)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki