Berita > Seputar TKI
Dastin, TKI Asal Indramayu 13 Tahun Hilang Kontak Di Yordania
11 Mar 2018 19:09:13 WIB | Juwarih | dibaca 7987
Ket: Photo Tasja dan Wastinah Memegang Photo Anaknya Bernama Dastin, TKI Asal Indramayu 13 Tahun Hilang Kontak
Foto: SBMI Indramayu
Indramayu, LiputanBMI - Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) bernama Dastin binti Tasja (30), warga Blok H. Sarpin, RT. 05, RW. 01, Desa Juntikedokan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat dikabarkan selama 13 tahun hilang kontak dengan keluarganya saat bekerja menjadi pekerja rumah tangga (PRT) di Amman, Yordania. 

Hal tersebut disampaikan, Tasja dan Castinah, kedua orang tua Dastin saat ditemui LiputanBMI di kediamannya di Desa Juntikedokan, pada Minggu (11/3/2018).

“Anak saya sudah 13 tahun tidak ada kabar beritanya apakah dia dalam kondisi baik ataupun tidak, saya sampai saat ini belum tahu. Saat pamit berangkat anak saya berduaan, bareng sama ibunya namun istri saya ditempatkan di kampung dan sudah pulang sedangan anak saya di kota nya sampai sekarang belum pulang,” kata Tasja.

Tasja mengatakan, anaknya berangkat ke Yordania sejak 25 Maret 2005 silam. Dia direkrut oleh Junaedi, sponsor warga Juntikedokan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Diproses dan diberangkatkan melalui PT Safarindo Insan Copar via PT Avida Avia Duta yang beralamat di Jl. Abdurrahman, No. 17, Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur.

Sedangkan Agency yang menempatkan yaitu Rolla Gerent - Al Mucu YTA - Zahroon Regiyon di Amman, Yordania. Dastin kemudian ditempatkan di rumah majikannya di PO Box 132, Deater Mimi Cipality, Amman Yordania, Phone : +962777534271. 

"Sejak keberangkatannya hingga saat ini anak saya tidak diketahui keberadaannya. Hanya pernah kirim uang Rp. 3 juta saat anak saya baru enam bulan kerja," ucap Tasja.

Senada dengan Tasja, Wastinah, ibu kandung Dastin, berharap pemerintah dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan dan Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri membantu menemukan dan memulangkan anaknya.

"Saya sudah kangen ingin bertemu dengan anak saya yang sudah lama kami nantikan kabar dan kepulangannya. Semoga saja pemerintah melalui perwakilannya yang di Jordan bisa menemukan dan memulangkan anak saya," harapnya.
(JWR/JWD, 11/03)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki