Berita > Seputar TKI
Tujuh Pelaut Indonesia Terlantar di Dammam, Kemlu dan KBRI Diminta Hadir Melindungi WNI
11 Mar 2018 04:51:54 WIB | Syafii | dibaca 3323
Ket: Kapal Ocean Tug Huta 710
Foto: Marine traffic
Dammam, LiputanBMI - Tujuh pelaut Indonesia dikabarkan terlantar di Dammam Small Craft Ports, dekat Zamil Shipyard, Arab Saudi. Mereka mengaku bekerja di beberapa kapal pada perusahaan Huta Marine Works Ltd dan sudah hampir tiga bulan ini belum mendapatkan gaji.

“Sudah hampir tiga bulan kami tidak digaji. Parahnya, untuk makan kami sehari-hari pun dipotong dari gaji, sehingga kami terpaksa mencari makan dari kapal ke kapal lain atau ditanggung makan dari crew kapal dari negara lain,” ujar JRP salah satu pelaut yang mengaku dipekerjakan di atas kapal Ocean Tug Huta 710 eks Sea Diamond XVI kepada Liputan BMI melalui selulernya, Minggu (11/03/18).

Menurut JRP, dirinya dan rekan sependeritaan di kapal sudah mencoba mengadukan permasalahan tersebut kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, Arab saudi melalui email, namun sejauh ini belum ada respon dari pihak KBRI.

Selain mengadu ke KBRI, tambah JRP, mereka juga sudah mengadukan hal tersebut kepada International Transport Workers’ Federation (ITF).

“Kami juga ngadu ke ITF. Tetapi jawaban ITF tidak bisa membantu karena ITF tidak memiliki kantor cabang di Arab Saudi. Kami disarankan untuk kembali menghubungi KBRI,” ungkapnya.

Masih kata JRP, saat ini mereka masih bertahan di atas kapal dengan harapan KBRI Riyadh bisa membantu agar gaji mereka bisa dibayarkan.

“Kami juga memberitahukan kasus ini kepada Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) agar bisa dibantu. Saat ini tim advokasi PPI sedang berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan instansi terkait lainnya guna membantu kami,” pungkasnya.

(IS/IS, 11/03)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki