Berita > Ekosospol
Kedubes Saudi Berikan Bantuan Kepada Haifaa
07 Mar 2018 22:35:09 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 2416
Ket: Haifa (kanan) bersama Ibunya (kiri) saat bertemuDuta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama Al-Shuaibi
Foto: Saudi Gazette
Jakarta, LiputanBMI - Kedutaan Besar Arab Saudi Saudi di Jakarta telah memberi bantuan kepada Haifaa, gadis yang terpisah dari ayahnya yang merupakan warga Saudi. Uang tersebut untuk membantu biaya sekolah dan biaya hidup Haifaa.

Sebelumnya video pengakuan Haifaa viral di media sosial sehingga menarik simpatik Kedutaan Besar Arab Saudi.

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama Al-Shuaibi bertemu langsung dengan Haifaa yang mengaku memiliki ayah warga Saudi yang telah meninggal dunia di Jakarta. Dubes Osama telah meminta ibu Haifaa, Muna untuk mendapatkan dokumentasi yang membuktikan bahwa dia adalah putri pria Saudi Sultan Al-Harbi.

Namun sang ibu mengatakan bahwa dia tidak memiliki surat-surat untuk membuktikan itu. Dubes mencurigai bahwa ibunya tidak membawa surat tersebut karena dia khawatir keluarga putrinya di Saudi akan membawa Haifaa.

Dubes Al-Shuaibi meyakinkannya bahwa mereka tidak akan membawa Haifaa darinya dan mereka hanya ingin membuktikan bahwa dia adalah anak perempuan seorang pria Saudi sehingga dia akan menerima bantuan uang.

Ibu Haifaa, Muna, mengatakan bahwa dia dinikahi Sultan Al-Harbi saat berusia 23 tahun dan dia berusia 18 tahun. Mereka menikah selama empat tahun sebelum meninggal.

"Kami memberi Haifaa sebuah uang saku untuk membantunya. Catatan kami untuk penyebutan Sultan Al-Harbi selama 10 tahun terakhir tidak ada catatan seorang pria bernama Sultan Al-Harbi yang meninggal dunia. Ini berarti Sultan Al-Harbi tidak dimakamkan di Arab Saudi atau Sultan Al-Harbi masih hidup, "kata Dubes Al-Shuaibi sebagaimana dirilis Saudi Gazette, Rabu (7/3/2018).

Dia juga mengatakan bahwa kesaksian sang bu tidak konsisten. Dia mengatakan bahwa orang tuanya tyang telah membawa jasad Sultan Al-Harbi ke Saudi. Dia kemudian mengatakan bahwa temannya adalah orang yang jasad suaminya kembali dan kemudian mengatakan bahwa dialah yang membawa jasadnya ke bandara.

"Jika kita tidak dapat menemukan catatan, kita harus menggunakan tes DNA untuk mengetahui apakah Haifaa akan cocok dengan keluarganya di Arab Saudi. Kasus ini tampaknya menjadi rumit, tapi saya tidak akan meninggalkan Haifaa karena dia adalah anak yatim yang membutuhkan perawatan, "ujarnya..
(IYD/IYD, 07/03)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki