Berita > Seputar TKI
Aliansi Persada Indonesia Gelar Aksi Damai di Kedubes Malaysia
05 Mar 2018 17:42:14 WIB | Juwarih | dibaca 691
Ket: Aksi Damai Aliansi PERSADA Indonesia Di Kedubes Malaysia
Foto: DPN SBMI
Jakarta, LiputanBMI - Sebanyak 47 organisasi yang tergabung dalam Aliansi Perhimpunan Satu Darah (Persada) Indonesia menggelar aksi damai di depan kantor Kedutaan Malaysia Jl. Rasuna Said, No.Kav X6/1-3, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/3/2018).

Aksi ini merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan terhadap TKI korban penyiksaan hingga meninggal dunia yang dilakukan oleh para majikan terhadap buruh migran asal Nusa Tenggara Timur (NTT) saat bekerja di Malaysia.

“Persada Indonesia mengecam segala bentuk tindakan kekerasan yang mengakibatkan buruh migran asal NTT meninggal dunia,” tegas Marlin, salah satu pengurus Persada Indonesia dalam rilis yang diterima redaksi LiputanBMI, Senin (5/3).

Persada Indonesia mengungkap, dalam kurun waktu tiga tahun (2015-2018) data Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kupang mencatat sebanyak 147 buruh migran asal NTT meninggal dunia.

“Jelas, ini adalah fakta yang memprihatinkan, karena para pahlawan devisa Indonesia dari pulau NTT harus meregang nyawa di negeri jiran Malaysia,” jelasnya.

Marlin memberi contoh kasus yang dialami seorang gadis bernama Adelina Sau, salah satu buruh migran asal NTT yang dianiaya secara brutal tanpa perikemanusiaan oleh majikannya di Malaysia.

Perngurus Persada Indonesia yang lainnya, Nesta menambahkan, fakta-fakta tersebut adalah peristiwa yang sangat menyedihkan bagi masyarakat Indonesia khususnya bagi Persada Indonesia sebagai aliansi organisasi dan elemen pemerhati dan penegakan Hak Asasi Manusia (HAM).

“Berdasarkan data itu, jelas telah terjadi pelanggaran HAM berat/genosida di Malaysia. Pertanyaannya, apakah kita diam saja? Tindakan apa yang telah dilakukan pemerintah Indonesia, pemerintah Malaysia dan PBB atas pelanggaran HAM tersebut?” kata Nesta.

Hal inilah yang menggerakkan Persada Indonesia sebagai anak bangsa melakukan aksi unjuk rasa secara damai untuk mendorong para pemangku kepentingan agar melakukan tindakan nyata dalam menyelesaikan permasalahan pelanggaran HAM berat/genosida terhadap 147 buruh migran NTT yang meninggal dunia dan perbaikan sistem penempatan TKI NTT di Malaysia.

Dengan dasar tersebut, atas nama kemanusiaan, Persada Indonesia mendesak PBB dan Malaysia menindak penyiksa TKI di Malaysia, mengutuk penganiaya 147 TKI asal NTT yang meninggal dunia dan mengutuk pelaku genosida di Malaysia.

Selain itu, Persada Indonesia juga mendesak PBB membawa penganiaya 147 TKI NTT ke pengadilan HAM Internasional dan mendesak Pemerintah Indonesia untuk melindungi TKI asal NTT di Malaysia.

Persada Indonesia juga mendesak pemerintah pusat mengawasi penegakan hukum di NTT dan sekitarnnya, serta meminta pemerintah Indonesia untuk melakukan moratorium pengiriman TKI ke Malaysia hingga ada jaminan keselamatan di Malaysia.

Sementara Sekjen Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Anwar Ma’arif yang juga ikut melakukan aksi mengatakan, Malaysia harus membuat regional plan of action (RPA) sebagai tindak lanjut dari konsensus ASEAN yang ditandatangani pada November 2017 dan perlu segera memperbaharui MoU yang telah habis masa berlaku pada Mei 2016.

"Menaker harus berani melaksanakan amanat dari UU RI No. 18 Tahun 2017 Tentang PPMI terkait dengan perjanjian tertulis antar negara dan jika sudah habis masa berlaku harus segera memperbaharui, termasuk menyikapi jika Malaysia tidak mau memperbaharuinya," tegasnya

(JWR/FK, 05/03)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki