Berita > Seputar TKI
Ekspatriat Ilegal di Makkah Jadikan Kuburan Sebagai Tempat Berlindung
04 Mar 2018 04:15:19 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 2609
Ket: Salah satu pemakaman yang tidak terpakai di daerah Okaisha di Makkah.
Foto: Saudi Gazette
Makkah, LiputanBMI - Pemerintah Arab Saudi selama ini tengah gencar memburu ekspatriat ilegal. Sejumlah razia juga dilakukan untuk menjaring para pekerja tanpa izin.

Sejak tahun 2017, pemerintah Saudi mencatat hampir satu juta pelanggar visa yang berasal dari 140 negara telah pulang ke negara asalnya dengan memanfaatkan program amnesti.

Hal ini membuat ketakukan para ekspatriat untuk tinggal di rumah kontrakan, dan menjadikan kuburan tua sebagai tempat berlindung.

Seperti halnya yang dikeluhkan salah seorang warga Makkah, Awad Al-Shirhy tentang tentang ekspatriat ilegal yang telah berlindung di beberapa pemakaman tua di daerah Okaisha di kota suci Makkah.

Menurutnya, beberapa dari mereka telah mengubah kuburan, yang tidak lagi digunakan untuk penguburan, ke tempat pembuangan. Tembok di sekitar kuburan rapuh atau ambruk, dan tidak ada pekerjaan pemeliharaan yang telah dilakukan sejak lama.

"Kuburan di Okaishah telah menjadi rumah bagi anjing liar dan ekspatriat ilegal," kata Al-Shihry sebagaimana dilaporkan surat kabar Al Madina, Sabtu (3/3/2018).

Dia meminta pemerintah kota untuk merawat pemakaman dan menangkap ekspatriat ilegal yang membangun tempat penampungan di dalamnya atau menggunakannya sebagai tempat pembuangan.

Saleh Ajlan menambahkan, pemakaman tersebut masih terbengkalai selama beberapa dekade.

"Pihak berwenang perlu segera campur tangan karena kuburan ini mencerminkan citra kota yang buruk," kata Ajlan.

Khamis Al-Jahdali mengatakan harus ada hukuman berat bagi orang-orang yang merusak kuburan.

Sementara itu Mohammad Fawtawi, mantan direktur kesehatan lingkungan di Kota Makkah, memastikan bahwa tidak ada pemakaman yang terjadi di pemakaman ini dalam empat dekade terakhir.

Penduduk dengan suara bulat berpendapat bahwa kurangnya tindak lanjut dan kontrol oleh pihak berwenang setempat bertanggung jawab atas keadaan cemas saat ini.

Mereka sepakat bahwa kuburan telah lama terbengkalai sementara tembok mereka roboh namun tidak dibangun kembali.

Direktur media dan public relations pemerintah Osama Zaitouni mengatakan bahwa pemerintah kota perlu mengambil tindakan untuk membersihkan dan memelihara pemakaman yang menanggapi permintaan orang-orang di lingkungan tersebut.

Sebuah tim pejabat dari pemerintah kota melakukan kunjungan lapangan ke daerah tersebut, yang mengungkapkan bahwa kuburan terkena dampak alam karena pagar di sekitar mereka hanyut oleh air banjir.
(IYD/IYD, 04/03)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki