Berita > Seputar TKI
10 Tahun di Yordania Tidak Bisa Pulang, TKI Asal Indramayu ini Malah Tidak Jelas Keberadaannya
03 Mar 2018 13:26:12 WIB | Juwarih | dibaca 4739
Ket: Sutiah
Foto: LBMI
Indramayu, LiputanBMI - Sutiah binti Makmud (38), TKI asal Desa Krasak, Blok Krajan, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat sudah 10 tahun tidak bisa pulang karena ditahan oleh majikannya di Yordania. Sudah 2 bulan ini justru tidak diketahui lagi keberadaannya.

"Terakhir saya berkomunikasi dengan anak saya dua bulan yang lalu, menginformasikan bahwa ia akan pulang akhir bulan Januari 2018. Namun sudah lewat bulan Januari saya tunggu-tunggu belum juga pulang," kata Tarwen, Ibu kandung TKI saat mengadu ke pengurus SBMI Indramayu, Jumat (02/03/2018).

Tarwen menjelaskan, anak perempuanya itu selalu dijanjikan akan dipulangkan oleh majikannya, namun sampai saat ini belum juga dipulangkan sampai suaminya sudah menikah lagi dengan perempuan lain.

"Sutiah waktu terbang anaknya masih berumur dua tahun, sekarang anaknya sudah kelas enam Sekolah Dasar," ungkapnya. 

Masih kata Tarwen, putri pertamanya kemarin-kemarin masih bisa berkomunikasi walaupun tidak sering, namun sekarang malah tidak bisa berkomunikasi.

"Sekarang saya jadi khawatir dengan keberadaan anak saya, semoga pemerintah Indonesia bisa membantu untuk memulangkan Sutiah," harap Tarwen pada SBMI Indramayu.

Lanjutnya, awalnya Sutiah direkrut oleh Sanusi alias Wewe, sponsor asal Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Sementara itu Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih menyampaikan pihaknya dalam waktu dekat akan membuat surat pengaduan ke KBRI Amman, Yordania dan ke Direktorat PWNI dan BHI Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia di Jakarta.

"Setelah data-data sudah lengkap baru kami akan mengadukan permasalah ini ke Kemlu," pungkasnya.
(JWR/IYD, 03/03)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki