Berita > Seputar TKI
244 TKI asal NTT Meninggal Dunia di Luar Negeri Dalam Kurun Waktu 7 tahun 2 Bulan
28 Feb 2018 23:02:42 WIB | Juwarih | dibaca 1433
Ket: Ketua DPW SBMI NTT, Maria Hingi, saat mendampingi keluarga menerima jenazah Adelina Sau
Foto: SBMI NTT
Nasional, LiputanBMI - Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kupang dan Solidaritas Kemanusiaan untuk Korban Perdagangan Orang Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat, dalam kurun waktu 7 tahun 2 bulan TKI asal NTT yang meninggal dunia di luar negeri mencapai 244 orang.

Menurut keterangan Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI NTT, Timoteus K. Suban, mayoritas TKI asal NTT yang meninggal dunia di luar negeri berstatus tak berdokumen resmi atau ilegal.

"Sebagian besar mereka direkrut secara ilegal. Jadi, tidak mengikuti test kesehatan, sehingga tak sedikit ketika sudah di negara tujuan mengalami sakit dan sampai meninggal dunia," kata Timoteus ketika dikonfirmasi LiputanBMI melalui pesan WhatsApp, Rabu (28/2/2018).

Data BP3TKI Kupang juga menyebutkan, dari 244 TKI NTT yang meninggal dunia di luar negeri 38% berjenis kelamin perempuan dan laki-laki 62% dengan usia antara 19 hingga 49 tahun.

Sementara mengenai penyebab kematian, 23% meninggal tidak diketahui sebabnya , sedangkan 77% di antaranya meninggal karena sakit, bunuh diri, kecelakaan kerja, kecelakaan lalu lintas.

Menanggapi hal ini, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Serikat Buruh Migran Indonesia (DPW SBMI) NTT, Maria Hingi meminta kepada masyarakat yang berminat menjadi TKI agar mengikuti prosedur yang telah ditetapkan pemerintah atau melalui jalur resmi agar perlindungannya jelas.

Selain itu , Maria juga meminta kepada pemerintah agar bertindak tegas kepada perekrut TKI yang terbukti merekrut secara ilegal.

"Kami meminta pemerintah tegas dalam menegakan hukum untuk memberantas perekrut yang nakal agar adanya efek jera. Sementara ini kan masih belum tegas, sehingga perekrutan secara ilegal semakin marak dan korban terus berjatuhan," kata Maria.
(JWR/IYD, 28/02)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki