Berita > Seputar TKI
Mediasi Kasus TB Virgo 99 yang Tenggelam, Pengusaha Tawarkan Santunan Rp 50 Juta
25 Feb 2018 03:11:26 WIB | Syafii | dibaca 3224
Ket: Mediasi kasus tenggelamnya TB Virgo 99 di KSOP Marunda
Foto: LBMIJKT
Nasional, LiputanBMI - Tragedi tenggelamnya kapal Tugboat Virgo 99 di seputar perairan Cirebon, Jawa Barat pada awal Desember 2017 lalu masih meninggalkan persoalan.


Persoalan dimaksud, disampaikan oleh Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) pada acara mediasi yang difasilitasi oleh petugas pemeriksa kecelakaan kapal Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Marunda, Jakarta Utara dengan PT Tampok Sukses Perkasa (TSP) selaku pihak pemilik kapal dan ZS selaku pihak pencarter kapal, yang digelar di kantor KSOP Marunda pada Sabtu (24/02/18) selepas Maghrib.


Dijelaskan oleh Wasekjend PPI, Syofyan, poin hasil dari mediasi pertama tersebut belum menghasilkan kesepakatan kedua belah pihak.


"Pihak perusahaan dan pencarter menyatakan saat ini mereka hanya mampu memberikan sisa gaji yang belum dibayar dan santunan sebesar Rp. 50 juta masing-masing untuk dua crew TB Virgo 99 yang hingga detik ini masih belum diketemukan keberadaannya pasca kapal tenggelam," ujarnya kepada LiputanBMI di depan kantor KSOP Marunda selepas mediasi.


Menurut Syofyan, alasan pihak perusahaan dan pencarter hanya mampu memberikan santunan sebesar tersebut di atas karena perusahaan tidak memiliki uang dan saat ini kondisi perusahaan pun sudah hampir tidak ada aktivitas.


Dalam mewakili kepentingan hukum pihak keluarga korban sesuai surat kuasa, PPI tetap berkomitmen kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku.


"Kami sebagai organisasi pelaut meminta kepada perusahaan dan pencarter untuk sama-sama menjalankan kewajibannya sebagai pihak pengusaha," tegasnya.


PPI, tambah Sofyan, hak-hak korban harus dipenuhi dan diserahkan kepada pihak keluarga meliputi sisa gaji yang belum dibayar, gaji bulanan sejak kapal tenggelam sampai adanya penetapan dari pengadilan tentang status korban, biaya yang timbul atas kepengurusan akta kematian di Disdukcapil, dan santunan sesuai PP No. 7 Tahun 2000 tentang Kepelautan serta hak jaminan sosial tenaga kerja sesuai PP No. 51 Tahun 2012 tentang SDM di bidang Transoprtasi.


Mediasi tersebut akhirnya ditutup pada pukul 21.00 WIB oleh KSOP Marunda dan dijadwalkan untuk mediasi kedua pada tanggal 16 Maret mendatang dengan agenda mencari titik temu, dengan catatan pihak keluarga korban turut dihadirkan serta mediasi diputuskan dilakukan maksimal tiga kali dan harus ada kesepakatan final di bulan Maret 2018.
(IS/IS, 25/02)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki