Berita > Seputar TKI
Terancam Hukuman Mati, Ibu Majikan Adelina Menangis ketika Difoto Wartawan Seusai Sidang
22 Feb 2018 20:33:03 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 11662
Ket: Ibu majikan Adelina
Foto: NewStraitsTimes
George Town, LiputanBMI - Ibu majikan Adelina terancam hukuman mati karena didakwa melakukan penganiayaan hingga TKI asal NTT tersebut meninggal dunia pada 11 Februari lalu di Penang, Malaysia.

Seusai menjalani persidangan di Pengadilan Bukit Mertajam, Rabu (21/2/2018), wanita tua berusia 59 tahun yang diketahui bernama S Ambika itu menangis dan meminta fotografer pers untuk berhenti memotret dirinya dan putrinya.

"Hentikan. Cukup. Anda semua tidak tahu yang sebenarnya. Kalian semua tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi," kata Ambika, seperti dilansir New Straits Times, Rabu (21/2).

Dalam persidangan, Ambika yang hadir tanpa didampingi pengacara tersebut dianggap melanggar Pasal 302 Hukum Pidana atas dakwaan pembunuhan dengan ancaman hukuman mati jika terbukti bersalah.

Di persidangan yang sama, putri Ambika, R. Jayavartiny (32), yang merupakan majikan Adelina dianggap melakukan pelanggaran terhadap Pasal 55 B Ayat 1 Hukum Imigrasi atas dakwaan mempekerjakan WNA secara ilegal.

Ancaman hukuman untuk Jayavartiny adalah denda maksimum RM50 ribu (sekitar Rp 173 juta) atau hukuman penjara maksimal 12 bulan.

Sementara anak laki-laki Ambika berusia 39 tahun yang sebelumnya juga ditahan, dibebaskan dengan jaminan dan akan dihadirkan sebagai saksi atas dua terdakwa, Ambika dan Jayavartiny.

Persidangan selanjutnya dijadwalkan akan dilaksanakan pada 19 April mendatang dengan agenda laporan hasil laboratorium forensik dan post-mortem.



(FK/FK, 22/02)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki