Berita > Ekosospol
Migrant Care Malaysia: Moratorium Merupakan Alasan Politik Terburuk untuk Lindungi PRT
17 Feb 2018 16:09:52 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 923
Ket: Alex Ong bersama anak-anak NTT di Malaysia
Foto: Allex/ LBMIMY
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Wacana kebijakan penghentian sementara (moratorium) pengiriman PRT ke Malaysia kembali dilontarkan pemerintah RI pasca kasus penganiayaan yang dilakukan oleh majikan hingga menyebabkan Adelina, TKI asal NTT meninggal dunia di Bukit Mertajam, Penang beberapa hari yang lalu.

Aktivis Migrant Care Malaysia, Alex Ong menilai, kebijakan moratorium semacam itu hanya akan mendorong aktivitas penyelundupan dan perdagangan manusia secara besar-besaran.

Di samping itu, menurut Alex, kebijakan moratorium juga melanggar konstitusi Indonesia yang menjamin hak setiap warganya untuk mencari dan mendapatkan pekerjaan.

Oleh karena itu, Alex menganggap kebijakan moratorium merupakan alasan politik terburuk untuk melindungi PRT di Malaysia yang selama ini cenderung terikat majikan.

Moratorium is the worst political excuse to protect Malaysian bound Domestic Workers. Pendekatan terbaik untuk masalah ini adalah melalui pendekatan konstruktif melalui mekanisme G to G untuk mengatasi masalah kesenjangan kebijakan melalui jalur diplomatik,” kata Alex dalam perbincangan dengan LiputanBMI di Malaysia, Sabtu (17/2).

Lebih lanjut Alex mengatakan, peningkatan kualifikasi keterampilan dalam negeri dan persiapan migrasi aman pra-keberangkatan akan menjadi pendekatan yang lebih baik daripada memberlakukan moratorium.

“Pemerintah Indonesia harus secara serius mempertimbangkan mekanisme G to G dalam pelatihan, pengiriman, dan program perlindungan tanpa melibatkan agen swasta,” pungkasnya.

(FK/FK, 17/02)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki