Berita > Seputar TKI
Empat Fakta Kasus Pembuatan Iqama Palsu di Jeddah
16 Feb 2018 23:08:52 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 3549
Ket: ilustrasi
Foto: LBMI
Jeddah, LiputanBMI - Kasus pembuatan iqama (kartu identitas) palsu di Jeddah, Arab Saudi terus bergulir seiring bertambahnya pengakuan dari para korban.

Terkait hal ini, KJRI Jeddah telah mengeluarkan maklumat kepada masyarakat yang menjadi korban untuk melaporkan ke KJRI Jeddah. Pihaknya juga berjanji akan menindak tegas para pelaku penipuan.

"Apabila ada oknum yang mengaku mengatasnamakan sebagai petugas Safaroh/Konsuliah/KJRI Jeddah dan menawarkan jasa pengurusan Iqamah harap segera melaporkannya kepada KJRI Jeddah. KJRI Jeddah akan melakukan upaya hukum tegas untuk menjerat pelaku," tegasnya sebagaimana dikutip dari kemlu.go.id, Kamis (15/2).

Berdasarkan informasi yang dihimpun LiputanBMI, terdapat empat fakta pembuatan iqamah palsu di Jeddah.

1. Pembuatan Iqama Dilakukan 2 Tahun yang Lalu

Salah satu korban asal Cianjur, Jawa Barat berinisial NA (32) mengungkapkan transaksi pembuatan iqamah dilakukan dua tahun silam. Saat itu pelaku datang dan menemui langsung majikan NA untuk mengambil uang pembayaran iqama.

"Iqama itu dibuat dua tahun yang lalu dengan biaya SR 10,500. Pembayaran dilakukan oleh majikan langsung kepada pelaku," ujarnya saat dikonfirmasi LiputanBMI, Jumat (16/2). Uang sebesar SR 10,500 merupakan DP dari SR 18 ribu yang diminta oleh pelaku.

2. Iqama Tidak Tercatat di Imigrasi Arab Saudi (Jawazat)

Korban baru tersadar iqama-nya palsu saat majikannya melakukan cek di kantor Imigrasi Arab Saudi (Jawazat). Rupannya data yang terdapat di Jawazat masih data lama dengan status majikan terdahulu. Setahun setelah pembuatan iqamah, korban dan majikan sempat memperpanjang paspor di KJRI Jeddah.

3. Pelaku Mengaku Sebagai Orang Kepercayaan KJRI Jeddah

Salah satu modus yang dilakukan pelaku untuk mengelabui korban rupanya dengan mengaku sebagai orang kepercayaan KJRI Jeddah. Untuk meyakinkan korban, pelaku juga sempat memperlihatkan foto-foto dirinya saat sedang di KJRI Jeddah dan melakukan bantuan terhadap TKI yang bermasalah.

"Ya saya percaya saja karena pelaku memperlihatkan foto-foto saat membantu TKI. Katanya dia (pelaku, red) sebagai orang kepercayaan KJRI Jeddah," ungkap NA.

4. Fisik Iqama Palsu Sangat Mirip Dengan Iqama Asli

Majikan korban terpedaya dengan fisik iqamah yang dibawa pelaku. Untuk meyakinkan majikan, pelaku membawa contoh iqamah yang sudah jadi.

"Iqama palsu mirip banget dengan iqama asli, makanya majikan saya terkecoh. Tapi saat iqamah tersebut dibawa ke temennya polisi katanya palsu tidak online. Temenya itu menyarankan untuk hati-hati karena bisa terjerat hukum, jadinya majikan saya takut," terang NA.

Atas penipuan tersebut, NA hanya berharap uangnya dapat kembali secara utuh. Ibu dua anak itu mengaku setiap bulannya dipotong gaji oleh majikannya karena harus menanggung biaya iqamah palsu yang telah dibayarkan kepada pelaku.

"Ini jelas-jelas penipuan. Saya sudah lapor ke KJRI Jeddah, berharap uang saya kembali," pungkasnya.

(IYD/IYD, 16/02)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki