Berita > Seputar TKI
Sirup Salak Produksi Mantan TKI Ini Jadi Idola Pengunjung Wing Craft Expo Banjarnegara
16 Feb 2018 18:00:17 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 860
Ket: Martini di stand sirup salak buatannya
Foto: Martini
Nasional, LiputanBMI - Salah satu produk yang mampu menyedot perhatian pengunjung dalam Wing Craft Ekspo di Banjarnegara, Jawa Tengah adalah sirup salak yang diproduksi oleh seorang mantan TKI.

Wing Craft Expo yang digelar di Gedung Pusat Kuliner Banjarnegara selama empat hari mulai Rabu (14/2) hingga Sabtu (17/2) itu merupakan ajang pameran kreativitas anak muda Banjarnegara dengan menyajikan berbagai produk kreatif.

“Alhamdulillah, sirup salak buatan saya jadi idola pengunjung dalam Wing Craft Ekspo Banjarnegara. Rata-rata para pengunjung malah baru tahu kalau salak bisa dibuat sirup. Mereka tertarik karena penasaran ingin tahu rasanya,” kata Martini, si pembuat sirup salak yang pernah menjadi TKI di Malaysia selama dua tahun dari tahun 2013 – 2015.

Bahkan, kata Martini, stand sirup salak buatannya sempat disinggahi dan mendapat perhatian dari Bupati Banjarnegara, Budi Sarwono.

Dengan adanya ekspo ini, ia berharap Pemkab Banjarnegara memberi perhatian dengan memberikan pelatihan-pelatihan dan membantu pemasaran produk kreatif masyarakat, termasuk sirup salak buatannya.

Hal ini mengingat bahwa di Banjarnegara ada empat kecamatan yang mayoritas penduduknya adalah petani salak. Ia berharap kedepannya nanti sirup salak bisa menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dialami petani salak, salah satunya soal harga salak yang sering mengalami penurunan harga dalam level terendah.

“Alhamdulillah juga kemarin pihak Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Banjarnegara sudah merespon. Katanya akan segera ada pelatihan khusus tentang produk berbahan baku salak, khususnya sirup dan mereka janji akan membantu pemasarannya,” kata Martini.

Lebih lanjut Martini mengatakan, target utama dalam ekspo ini bukan soal seberapa banyak produknya terjual, tapi mencari link pemasaran di segala lini, sekaligus mengenalkan kepada masyarakat secara langsung bahwa salak bisa dikonsumsi bukan hanya sebagai buah saja.

Terkait produk kreatif yang ia tekuni, Martini berharap kepada para TKI untuk mulai berpikir bagaimana caranya menciptakan lapangan kerja di kampung sendiri agar setelah pulang dari luar negeri nanti tidak kembali menjadi TKI. Salah satunya dengan menekuni industri ekonomi kreatif seperti dirinya.

“Salah satu penyebab banyaknya WNI menjadi TKI adalah kurangnya lapangan pekerjaan di negeri sendiri dan sampai hari ini pemerintah belum mampu menyediakan lapangan kerja dengan gaji yang layak untuk seluruh warganya. Purna TKI harus punya ide kreatif agar bisa menciptakan lapangan kerja, minimal untuk dirinya sendiri agar tidak berpikir untuk kembali menjadi TKI di luar negeri,” tegasnya.

(FK/FK, 16/02)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki