Berita > Seputar TKI
Masa Berlaku E-Kad Berakhir, Imigrasi Malaysia Ingatkan Majikan dan Pekerja agar Patuhi UU
16 Feb 2018 17:01:41 WIB | Nasrikah | dibaca 3393
Ket: contoh E-Kad yang dikeluarkan oleh JIM
Foto: FP JIM
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Departemen Imigrasi Malaysia (JIM) kembali mengingatkan agar majikan dan pekerja mematuhi hukum dan undang-undang yang berlaku di Malaysia. Majikan dan pekerja pemegang E-Kad diimbau untuk segera menyelesaikan proses rehiring (penempatan kembali). Tidak perlu menunggu saat-saat akhir untuk melakukannya.

Imbauan tersebut disampaikan JIM pasca berakhirnya masa berlaku E-Kad pada 15 Februari 2018 ini. Setelah tanggal 15/2/2018, pekerja yang tidak berdokumen dan memiliki E-Kad bisa diproses melalui program rehiring oleh JIM sampai 30/6/2018 sesuai dengan alur yang telah ditetapkan.

Bagi pemegang E-Kad yang tidak memenuhi syarat untuk program rehiring seyogyanya langsung diproses penghantaran pulang ke negara asal dengan program 3+1 melalui vendor rehiring yang mendaftarkan perkerja tersebut.

Dalam siaran pers JIM yang dikeluarkan pada 15 Februari 2018 disebutkan, bagi pemegang E-Kad yang telah memiliki paspor dan masih berlaku bisa meneruskan proses rehiring melalui Syarikat Konsortium PMF, Syarikat Bukti Megah Sdn Bhd dan Syarikat International Marketing and Net (IMAN) Resources Sdn Bhd.

rilis JIM tentang E-Kad
Ket. foto: rilis JIM tentang E-Kad
Sumber foto: FP JIM



Untuk memastikan proses ini berjalan lancar, task force program rehiring antara JIM dan tiga syarikat yang ditunjuk akan dilanjutkan untuk menyelesaikan rehiring pemegang E-Kad sehingga 30/6/2018.

JIM juga mengingatkan, pihak berwenang Malaysia akan terus melakukan operasi penegakan hukum dan pemeriksaan terhadap pekerja tidak berdokumen pemegang E-Kad untuk memastikan pekerja tersebut memiliki paspor yang masih berlaku untuk tujuan rehiring.

Jika pemegang E-Kad tidak bisa mendapatkan paspor setelah tanggal 15/2/2018, aparat penegak hukum Malaysia akan megambil tindakan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.


(NS/FK, 16/02)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki