Berita > Ekosospol
Cuaca Buruk di Arab Saudi Dipresdiksi Akan Berlanjut Beberapa Hari ke Depan
14 Feb 2018 02:33:29 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 1801
Ket: hujan debu di Arab Saudi
Foto: Saudi Gazette
Jeddah, LiputanBMI - Otoritas Umum Meteorologi dan Perlindungan Lingkungan Arab Saudi telah mengeluarkan 11 peringatan tentang cuaca buruk di Makkah, Madinah, Riyadh, Al-Jouf, Salam, Tabuk dan banyak daerah lainnya.

Otoritas tersebut mengatakan badai debu, yang dimulai pada hari Senin, akan berlanjut beberapa hari ke depan. Selain itu kota Jeddah diprediksi akan diguyur hujan.

Seperti dilaporkan Saudi Gazette, Selasa (13/2), angin selatan akan terus aktif di berbagai wilayah Arab Saudi yang menyebabkan badai debu dan badai pasir dengan kecepatan sekitar 55 km / jam.

Pihaknya meminta pengendara di jalan raya untuk sangat berhati-hati karena jarak pandang akan berkurang menjadi sekitar satu km atau kurang.

Departemen Pendidikan di Jeddah memerintahkan semua sekolah di kota tersebut untuk meliburkan siswa-siwsinya pada hari Senin, namun sekolah tetap buka pada hari Selasa. Namun, banyak sekolah tetap tutup pada hari Selasa di daerah-daerah terdekat.

Sementara Departemen pendidikan di Makkah dan Madinah memerintahkan agar semua sekolah tutup pada hari Selasa.

Departemen Kesehatan di Jeddah telah meminta semua rumah sakit untuk antisipasi menerima kasus darurat akibat badai debu.

Juru Bicara Pertahanan Sipil di Makkah, Kolonel Saeed Sarhan meminta orang untuk berhati-hati saat pergi keluar.

Dia meminta kontraktor untuk menjauhkan diri dari pekerjaan konstruksi lapangan dari pukul 9 pagi sampai jam 4 sore.

Penjaga Pantai di Makkah menyarankan nelayan untuk tidak pergi ke laut.

Namun, pergerakan lalu lintas udara di King Abdulaziz International Airport itu normal.

Turki Al-Dheeb, direktur departemen informasi dan hubungan masyarakat di bandara tersebut, menyebutkan lalu lintas udara tidak terpengaruh oleh badai debu.

Dia mengatakan jarak pandang sekitar 800 meter sementara pesawat diperbolehkan lepas landas dan mendarat bahkan saat jarak pandang antara 350-500 meter.

Manajemen Pelabuhan Islam Jeddah mengatakan lalu lintas angkatan laut dihentikan pada hari Senin dan pelabuhan ditutup.

Abdullah Al-Zamaie, direktur pelabuhan, mengungkapkan kapal akan diizinkan berangkat atau berlabuh begitu cuaca menjadi sesuai.
(IYD/IYD, 14/02)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki