Berita > Seputar TKI
LSM Malaysia Kecam Penganiayaan TKI Adelina
13 Feb 2018 21:31:42 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 2314
Ket: Adelina ketika tidur di luar rumah
Foto: Berita Harian Online
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Kasus meninggalnya TKI Adelina karena dianiaya dan dipaksa tidur di luar rumah bersama anjing peliharaan majikannya di Bukit Mertajam, Penang, Malaysia dua hari yang lalu mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Kecaman tersebut tidak hanya dilontarkan oleh pemerintah RI dan LSM Indonesia. LSM Malaysia pun juga mengecam tindakan biadap majikan Adelina.

Dalam sebuah pernyataan media, salah satu LSM di Malaysia, Yayasan Pencegahan Kejahatan Malaysia (MCPF) berharap ada tindakan tegas terhadap majikan yang menganiaya dan melakukan perbuatan tidak berperikemanusiaan terhadap pekerja rumah tangga mereka.

“Hukuman paling berat perlu dijatuhkan kepada majikan yang terlibat jika mereka terbukti bersalah. Perbuatan seperti itu bisa digambarkan sebagai kejahatan kemanusiaan yang dapat memicu kemarahan dan dapat mengancam hubungan baik Malaysia dengan negara tetangga," kata Wakil Ketua MCPF, Tan Sri Lee Lam Thye seperti dilansir Berita HarianOnline, Senin (12/2).

Sementara Direktur Tegananita, Glorene Das menilai, perlu ada upaya serius untuk menanggulangi akar masalah mengapa majikan-majikan merasa sangat wajar untuk menganiaya pembantu rumah tangga mereka.

Tenaganita adalah organisasi HAM di Malaysia yang concern membantu, membela dan melindungi para migran, pengungsi, wanita dan anak-anak dari eksploitasi, penyiksaan, diskriminasi, perbudakan dan penyelundupan manusia.

"Perlu ada kebijakan dan undang-undang yang efektif untuk melindungi pembantu rumah tangga seperti Adelina dari majikan yang kasar," kata Glorene Das seperti dilansir New Straits Times, Selasa (13/2/2018).

Menurut Glorene, selama PRT didefinisikan sebagai pembantu rumah tanga dalam UU Ketenagakerjaan akan tetap muncul pola pikir dan mentalitas hubungan majikan-pelayan.

"Sampai kapan kita akan membiarkan ini terjadi lagi dan lagi? Aturan dan regulasi dalam UU Ketenagakerjaan untuk pekerja rumah tangga tampaknya tidak melindungi mereka," tegasnya.

(FK/FK, 13/02)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki