Berita > Opini
Tiga Bulan Pasca Tenggelamnya Kapal TB Virgo 99, Keluarga Korban Tetap Berjuang Mencari Keadilan
12 Feb 2018 23:20:38 WIB | Syafii | dibaca 2402
Ket: Keluarga korban tenggelam kapal TB Virgo 99 saat datang ke PPI Kepri
Foto: LBMIJKT
Nasional, LiputanBMI - Duka mendalam masih menyelimuti pihak keluarga korban atas tragedi tenggelamnya kapal Tug Boat Virgo 99 yang terjadi pada November 2017 lalu di seputar perairan Cirebon, Jawa Barat. Hingga saat ini, pihak keluarga masih terus berjuang mencari keadilan, pasca belum diketemukannya dua dari tujuh total crew yang dipekerjakan di kapal milik PT Tampok Sukses Perkasa yang berkantor di Batam, Kepulauan Riau.

Berdasarkan hasil sementara investigasi yang dilakukan oleh Tim Advokasi Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) dalam kasus tersebut, poin utamanya adalah tidak kooperatifnya pihak perusahaan kepada PPI selaku pihak penerima kuasa dari salah satu keluarga korban, yakni keluarga kapten Mula Situmorang.

“Kami bingung saja, maunya perusahaan itu apa. Mereka udah janji mau datang ke kantor PPI tapi mengingkari. Padahal niat kami itu baik, ingin kasus ini cepat selesai dan keluarga korban mendapat keadilan serta kepastian hukum mengenai status anggota keluarganya yang sampai detik ini belum ada kejelasan,” ujar Wakil Ketua I Bidang Advokasi, Hukum, dan HAM, Rachmat N Yasin kepada LiputanBMI melalui seluler, Senin (12/02/18).

Menurut Yasin, PPI sudah sangat bersabar menunggu bentuk itikad baik dari perusahaan. Tetapi perusahaan sepertinya sama sekali tidak menghargai PPI.

“Kami melalui perwakilan di Kepri juga sudah mencoba berkali-kali memanggil pihak perusahaan untuk dilakukan perundingan bipartit, tetapi sampai lima kali panggilan perusahaan sama sekali enggak merespon. Akhirnya kami putuskan untuk catatkan kasus ini ke Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam,” tambahnya.

Terpisah, melalui selulernya, Kepala Advokasi, Hukum, dan HAM PPI Kepri, Joni Riswanto menyatakan bahwa pihak Disnaker Batam pun sudah melayangkan surat panggilan mediasi, namun pihak perusahaan tetap enggan untuk datang.

Selain itu, kata Joni, PPI Kepri sempat berkoordinasi juga dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan Batam. Berdasarkan penjelasan dari pihak BPJS, PT TSP tidak mendaftarkan semua crew ke BPJS-TK dan sudah sejak 2012 lalu perusahaan tidak kooperatif.

“Info yang saya dapat dari BPJS-TK Batam, PT TSP tidak mengikutsertakan Pak Mula Situmorang sebagai peserta BPJS-TK. Padahal, BPJS-TK itu kan wajib dan diatur dalam Undang Undang. Andai saja korban diikutsertakan dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja, pasti sejak kejadian hingga kini hak gaji korban masih bisa dicover oleh BPJS-TK,” tegas Joni.

Dalam kasus tersebut, PPI tetap berkomitmen dan akan terus mengawal kasus itu hingga selesai. Saat ini, PPI sedang melakukan koordinasi aktif dengan Dirjend Hubla Kemhub, Dirjend PHI-JSK dan Dirjend Binwasnaker & K3 Kemnaker.

(IS/IS, 12/02)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki