Berita > Seputar TKI
Kejam, Seorang TKI di Malaysia Disiksa dan Dibiarkan Tidur Di Luar Rumah
12 Feb 2018 04:14:50 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 2730
Ket: Korban (Adelina)
Foto: bharian.com
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Tak tega, begitulah kesan yang terlintas saat melihat kondisi seorang PRT Indonesia yang diperlakukan layaknya binatang oleh majikannya di Malaysia.

Wanita yang dikenali dengan panggilan Adelina (21) ditemukan warga di distrik Kota Permai dalam kondisi penuh luka lebam di kepala, tangan dan kedua kakinya.

Anggota Parlemen Bukit Mertajam,, Steven Sim mengatakan, selama satu bulan korban dibiarkan tidur di luar rumah beralaskan tikar rusak bersama anjing peliharaan.

"Tiba di lokasi jam 4 sore, mereka melihat korban sedang duduk di lantai depan rumah. Namun ketika ditanya tidak dijawab hanya mengangukkan kepala dalam keadaan lemah," kata Sim yang menerjunkan tiga orang anggota ke lokasi setelah mendapatkan laporan warga, seperti dikutip dari bharian.com, Minggu (11/2).

Menurutnya, tetangga di kawasan tersebut mengaku sering mendengar teriakan majikannya saat memarahi korban.

"Kami coba berkata kepada seorang wanita berusia 60-an yang dipercayai ibu kepada majikannya yang berada di dalam rumah dan memberitahu mau membawa korban agar mendapat perawatan di rumah sakit," terangnya.

"Wanita berkenaan sebaliknya memarahi kami dan menyuruh kami agar tidak mencampuri urusan keluarganya dan memberi nomor HP anaknya," sambungnya.

Lebih lanjut Sim mengungkapkan, majikan yang juga anak wanita berkenaan kembali ke rumah itu jam 6 sore, dan mengakui perbuatannya yang menampar korban beberapa kali.

"Ketika ditanya tentang luka yang diderita korban, dia mengatakan bahwa itu adalah efek kimia yang biasa digunakan korban untuk membersihkan saluran pipa rumah yang tersumbat," ungkapnya.

Sang majikan mengaku pernah mencoba mengobati tapi ditolak korban sehingga membuat luka bertambah parah.

"Kami telah diberitahu bahwa beberapa pekerja rumah tangga pernah bekerja di sana namun berhenti setelah tiga bulan karena mereka tidak kuat. Korban adalah yang paling lama bekerja di situ, mungkin tidak melarikan diri kerana takut dengan majikannya," ujarnya.

(IYD/IYD, 12/02)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki