Berita > Seputar TKI
Jeritan TKI Korban TPPO di Suriah, Gaji Kecil Hingga Tidak Diizinkan Pulang
11 Feb 2018 01:29:00 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 1675
Ket: Masniati
Foto: LBMI
Damaskus, LiputanBMI - Meski pengiriman TKI sektor informal ke Timur Tengah telah dilarang Kemenaker RI, namun masih ada oknum PPTKIS yang memberangkatkan melalui jalur unprosedural.

Seperti yang menimpa Masniati binti Nisah (24) TKI asal Desa Paok Lombok, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat yang telah diberangkatkan ke Suriah.

Sebelum ke Suriah, anak bungsu dari sembilan bersaudara ini terlebih dahulu diberangkatkan ke Malaysia dengan menyeberang menggunakan kapal ferry dari Batam. Setelah tiba di Kuala Lumpur, Masniati diterbangkan ke Libanon dengan menumpangi maskapai Kuwait Airwash.

"Saya mau pulang ke Indonesia, badan sudah tidak kuat. Apalagi gajinya kecil banget," katanya kepada LiputanBMI saat dihubungi melalui pesan singkat, Sabtu (10/2).

Ibu satu anak ini mengaku sudah dua tahun bekerja di Suriah dengan gaji $ 150 perbulan atau setara Rp 1,9 juta. Saat ini masih ada lima bulan gaji yang belum dibayarkan majikannya.

"Majikan ngasih gaji kalau saya minta. Kadang tiga bulan gaji suka digenapkan menjadi $ 500, sampai ke Indonesia hanya Rp 6 juta," terangnya.

Masniati berharap pemerintah Indonesia dapat membantunya agar segera dipulangkan ke Indonesia. Dia merasa dirugikan oleh PT Erlangga Ridho Putra yang memberangkatkan ke Suriah tanpa sepengetahuan.

"Saya sudah minta ke majikan pulang, tapi dia tidak mengizinkan. Ke pihak PT juga sudah bilang tapi tidak direspon," pungkasnya.

(IYD/IYD, 11/02)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki