Berita > Ekosospol
Panitia Sampaikan Permohonan Maaf Terkait Ditangkapnya Dua Pelawak Oleh Imigrasi Hong Kong
10 Feb 2018 02:55:24 WIB | Redaksi | dibaca 1195
Ket: Yudo Prasetyo dan Deni Afriandi
Foto: google
Hongkong, LiputanBMI - Ketua panitia acara Guyon Jowo Maton, Andyz Dhena, akhirnya meminta maaf atas insiden ditangkapnya dua komedian Yudo Prasetyo dan Deni Afriandi atau biasa dikenal dengan sapaan Cak Percil.

Dua orang komedian yang ditahan kepolisian di Lai Chi Kok pada Minggu (04/02/18), ini telah dituduh melanggar undang-undang keimigrasian Hong Kong dengan meminta bayaran sebagai pengisi acara yang digelar oleh sebuah komunitas BMI.

"Untuk itu kami sebagai panitia penyelenggara, meminta maaf kepada Cak Percil dan Cak Yudo beserta keluarga atas kejadian ini, dan berharap keluarganya bisa bersabar menghadapi masalah ini," kata Andys melalui rilis yang diterima Liputan BMI pada Jumat (09/02/18).

"Serta terima kasih atas koordinasinya selama ini untuk bergandeng tangan dan saling menyemangati," sambungnya.

Selaku ketua panitia, Andys juga menyampaikan bahwa pihaknya sedang menjalani proses hukum yang diberikan oleh pihak imigrasi Hong Kong. Pihaknya sedang menunggu keputusan akhir pada bulan Maret.

Terkait kasus tersebut, Andys berjanji akan mengupayakan hal yang terbaik untuk kedua komedian tersebut, dengan jalan bekerjasama dengan KJRI di Hong Kong dan pengacara untuk membantu memberikan pendampingan.

Andys, selain meminta maaf kepada keluarga komedian, juga menyampaikan permintaan maaf kepada BMI yang telah membeli tiket pada sesi sore yang tidak bisa menonton acara hiburan guyon Jowo maton tersebut.

"Saya meminta maaf kepada semua pihak dan berjanji untuk tidak mengulangi hal itu lagi. Serta berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran buat kawan-kawan di sini agar tidak mengalami hal seperti itu," pungkasnya


(RED/IYD, 10/02)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki