Berita > Seputar TKI
Cegah Trafficking, SBMI Wonosobo Buat Film "Impian Negeri Berkabut"
05 Feb 2018 19:20:23 WIB | Juwarih | dibaca 1198
Ket: Cover Film "Impian Negeri Berkabut"
Foto: SBMI Wonosobo
Nasional, LiputanBMI - Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Wonosobo, bekerja sama dengan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) memproduksi film berjudul "Impian Negeri Berkabut,".

Film itu dibuat dengan maksud untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya tindak pidana perdagangan orang (human trafficking) yang sering menjerat perekrutan Pekerja Migran Inonesia.

"Film ini baru selesai digarap pada Desember 2017 lalu atas kerja sama Kementerian PPPA dengan SBMI Wonosobo," kata Ketua SBMI Wonosobo, Maizidah Salas kepada LiputanBMI melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (5/2/2018).

Salas mengatakan Kementrian PPPA dituntut untuk lebih kreatif dalam memberikan bahan sosialisasi ke masyarakat. Kalau dulu hanya mendengarkan paparan dari narasumber dan bahan bacaan seperti buku saku, sekarang dengan pemutaran film.

"Saya yakin masyarakat, akan merasa bosan jika terus menerus disuguhi dengan bahan bacaan dan mendengarkan paparan narasumber saja. Namun, kalau sesekali diajak untuk nonton bareng (nobar) saya yakin mereka tidak cepat jenuh, apalagi film ini kesannya lebih kena dan lebih menarik," kata Salas di Wonosobo.

Maizidah Salas selain sebagai produser film tersebut juga menjadi salah satu pemerannya. Seluruh pemain yang terlibat di dalamnya adalah eks PMI yang pernah menjadi korban human trafficking, seperti pemeran Wulan dalam film ini.

"Insyaallah pada tahun 2018 ini kami akan roadshow ke sejumlah daerah, untuk sosialisasi human trafficking menggunakan film ini. Mengenai waktunya masih tentatif," terang Salas.

Salas berharap, filmnya dapat diterima masyarakat luas, sehingga pesan yang disampaikan dalam film tersebut dapat tersampaikan, dengan harapan kasus TPPO pada pekerja migran dapat dicegah dan diminimalisir.

(JWR/FK, 05/02)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki