Berita > Ekosospol
Peringatan Keras untuk Tidak Pekerjakan Pekerja Ilegal di Taiwan Makin Gencar
04 Feb 2018 23:33:38 WIB | Yully Agyl | dibaca 3066
Ket: Kantor pemerintah kota Tainan
Foto: Taiwan Times
Kaohsiung, LiputanBMI - Para majikan di Taiwan terus diperingatkan untuk berhati-hati dalam mempekerjakan pekerja ekstra selama masa liburan Tahun Baru Imlek. Hal ini disampaikan setelah petugas imigrasi menemukan seorang majikan yang mempekerjakan seorang pekerja migran ilegal.

Kepala Kantor Urusan Perburuhan kota Tainan, Wang Hsin-Chi mengatakan majikan bertanggungjawab untuk memastikan bahwa pekerjanya adalah legal. Selain itu, meminjam pekerja migran legal dari majikan lain untuk bekerja secara paruh waktu adalah pelanggaran.

Seperti dikutip Taiwan Times, Jumat (1/2/2018), seorang majikan bermarga Lee, dikenai denda dalam jumlah besar setelah diketahui mempekerjakan pekerja migran ilegal untuk masa liburan. Ia mendapatkan pekerja ilegal tersebut dari rekomendasi temannya.
Tim khusus dari Badan Imigrasi Nasional melakukan kunjungan mendadak ke rumah Lee dan menemukan seorang pekerja migran yang tidak memiliki izin tinggal dan bekerja di Taiwan.

Lee dinyatakan bersalah telah melanggar Pasal 1, ayat 1 Undang-Undang Pelayanan Ketenagakerjaan, dan bisa dikenakan denda sebesar NTD 150.000 (USD 5.141) hingga NTD 750.000 (USD 25, 707). Sedangkan perantara pekerja migran ilegal tersebut menghadapi denda sebesar NTD 100.000 (USD 3.427) hingga NTD 500.000 (USD 17.136).
(YLA/YLA, 04/02)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki