Berita > Seputar TKI
Keberadaan Keluarga TKW Yang Putus Komunikasi & Videonya Viral di Media Sosial Telah Ditemukan
03 Feb 2018 13:30:55 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 3425
Ket: Marhayati, TKW yang putus komunikasi dengan keluarga
Foto: Google
Nasional, LiputanBMI - Sebagaimana diketahui, beberapa hari lalu telah viral sebuah video di media sosial Facebook ada seorang TKW atas nama Marhayati putus komunikasi dengan keluarganya di Indonesia. Video itu diupload oleh akun Facebook bernama Hafizi Ab-Rahman pada 27 Januari 2018.

Setelah sebelumnya kesulitan menelusuri keberadaan keluarga Marhayati akibat minimnya informasi yang dituturkan serta memperhatikan kemungkinan keluarga yang telah berpindah-pindah, kini kebenaran pun terkuak.

Melalui komunikasi dengan Yayasan Nelly Asih yang merupakan penyalur tenaga kerja dalam negeri yang dahulu pernah disinggahi Marhayati sebelum bertolak ke Malaysia, BP3TKI Lampung telah berbicara langsung melalui sambungan telepon dengan Marijan dan Siti Munaroh yang merupakan paman dan ibu Marhayati.

Sebelumnya, dalam video yang berdurasi 78 detik tersebut, Marhayati menuturkan bahwa dirinya pernah tinggal di daerah Rawajitu, Mesuji serta terdapat pabrik singkong dan Sekolah Dasar (SD) didekat rumahnya. Munaroh tidak sepenuhnya mengiyakan, saat Marhayati tinggal di Lampung memang pernah tinggal di daerah Rawajitu Selatan Kab. Tulang Bawang, kini dirinya hidup dan tinggal di Desa Bangun Jaya SP VI Kec. Gunung Terang Kab. Tulang Bawang Barat.

Kepala BP3TKI Lampung, Mangiring Hasoloan Sinaga, menyatakan bahwa berdasarkan hasil komunikasi dan koordinasi dengan Konsul Republik Indonesia (KRI) Songkhla, Thailand, dapat dipastikan bahwa Saudari kita, Marhayati, telah berada dibawah pengawasan langsung pihak KRI.

Mengutip hasil komunikasi melalui surat dan WhatsApp dengan petugas KRI Songkhla, Marhayati telah berada di Shelter KRI Songkhla dalam keadaan sehat. Informasi sementara yang diperoleh PMI bersangkutan tidak melalui PPTKIS resmi dan paspor hilang. Berkaitan dengan proses pemulangan yang versangkutan ke Indonesia, BP3TKI Lampung menyerahkan sepenuhnya kepada KRI untuk menempuh jalur diplomasi sesuai peraturan perundangan yang berlaku dinegara setempat. Diperkirakan dalam waktu satu minggu hingga paling lama satu bulan, Marhayati dapat dipulangkan ke Indonesia.

“Semua pihak dan sumber daya yang ada bekerja dengan baik, sehingga bisa teratasi”.

Keterlibatan secara aktif dari Pemerintah, Pemerintah Daerah, berbagai komponen masyarakat, individu dan tentunya insan pers dalam membagikan informasi. “Secara tidak sadar membuat kita bahu-membahu mencapai tujuan yang sama” tutup Sinaga.

Mengingat kejadian tersebut bisa terjadi kepada siapa saja yang bekerja di luar negeri, Sinaga tidak bosan-bosannya mengimbau agar masyarakat umum, PMI dan Keluarga PMI untuk segera melakukan pengaduan atau memberikan setiap informasi apapun yang berkenaan dengan kasus yang menimpa PMI di mana saja melalui call center BNP2TKI di nomor 0800-1000 (gratis). Atau pengaduan dari luar negeri menghubungi nomor telepon +6221 29244800 atau email: halotki@bnp2tki.go.id.

Source : BNP2TKI

(JWD/JWD, 03/02)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki