Berita > Seputar TKI
Petik Daun di Tempat Ini, Seorang Pekerja Asing Dapat Surat Teguran dari Pemerintah Singapura
31 Jan 2018 23:12:00 WIB | Yully Agyl | dibaca 1724
Ket: Foto pemberitahuan pelanggaran yang diberikan kepada pekerja asing di Singapura
Foto: Straits Times
Singapura, LiputanBMI - Seorang pekerja asing yang tertangkap sedang memetik daun di Singapore Botanic Gardens awal bulan Januari telah dibebaskan dari denda dengan sebuah surat peringatan oleh Dewan Taman Nasional. Hal tersebut dilakukan karena majikannya telah berhasil mengajukan banding ke NParks terkait pemberitahuan pelanggaran yang dikeluarkan atas nama pekerja asal Bangladesh tersebut.

Dikutip dari Straits Times, Selasa (30/1/2018), dalam sebuah pernyataan NParks mengatakan bahwa mereka telah terhubung dengan majikannya yang kemudian mengajukan banding pada Senin (29/1) lalu.

Menurut juru bicara NParks, telah mempertimbangkan hal yang meringankan kasus tersebut dan menilai bahwa kerusakan yang disebabkan oleh pemetikan daun sangat minim, sehingga diputuskan untuk tidak melakukan tindakan lebih lanjut. Akan tetapi telah dikeluarkan peringatan untuk tidak mengulangi pelanggaran yang sama.

Foto pemberitahuan pelanggaran dikeluarkan kepada pekerja asing itu pada 14 Januari lalu dikarenakan ia memetik daun pohon Tiramisin Syzygium (juga dikenal sebagai tanaman Kelat, Kelat Paya atau Red Lip), serta sebuah foto yang menunjukkan standar denda sebesar $ 2.000 pada sebuah mesin AXS.

Pohon Tiramisin Syzygium asli Singapura, tetapi juga dapat ditemukan di India Timur Laut, Myanmar, Thailand, Semenanjung Malaysia, Sumatra, Kalimantan dan Filipina. NParks mengingatkan masyarakat bahwa merusak, memindahkan tanaman atau bagian tanaman dari taman dan kebun adalah ilegal.
Pelanggar terkait hal itu juga bisa dibawa ke pengadilan.

Dalam sebuah kasus, seorang pelaku yang telah memindahkan dua pohon Kopsia Singapurensis yang terancam punah dari sebuah taman diadili dan didenda $ 3.000. Kopsia singapurensis (lebih dikenal dengan Singapore Kopsia), adalah pohon kecil yang tumbuh di hutan rawa air tawar dan hanya dapat ditemukan di Singapura dan Semenanjung Malaysia.

Di bawah Undang-Undang Taman dan Pohon (Cap 216), adalah pelanggaran apabila memotong, mengumpulkan atau mengganti tanaman di dalam taman umum. Jika melanggar UU tersebut bisa dikenakan denda hingga $ 5.000.
(YLA/YLA, 31/01)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki