Berita > Komunitas
Gus Lik: Tidak Benar Makam Syeikh Nawawi Al Bantani Dibongkar
11 Jan 2018 05:36:07 WIB | Tatang Muhtar | dibaca 9131
Ket: Video viral tentang dibongkarnya makam Syeikh Nawawi Al Bantani
Foto: Facebook/FSWNIR
Riyadh, LiputanBMI - Ketua Forum Silaturrahim Warga Negara Indonesia Riyadh (FSWNIR), Abdul Malik An-Namiri membantah dugaan telah dibongkarnya makam Syeikh Nawawi Al Bantani.

Dugaan itu berawal dari sebuah video viral yang diunggah akun Abdurrahman Naufal Al-magribi pada Senin, (08/01) pukul 20:17 dengan judul “Makam Syeikh Nawawi Al Bantani Al Jawi telah Dibongkar Misterius”.

Saat mendapati video viral yang menuai ragam komentar miring itu, Gus Lik, demikian ia biasa disapa, melakukan kros cek dengan menghubungi koleganya, Ade Miftahuddin dan H. Holil di Makkah untuk segera meluncur ke pemakaman Ma’la pada Rabu malam, (10/01/2018).

“Menurut mukimin yang mutaqodimin di Makkah, Syeikh Nawawi Al Bantani dikebumikan tidak jauh dari makam Sayyidatuna Khodijah (pemakaman lama) sedangkan penggalian yang viral sekarang berada di lokasi pemakaman baru,” papar Gus Lik melalui pesan singkat.

Lebih lanjut Gus Lik menegaskan, informasi yang beredar tersebut merupakan konspirasi dari pihak tertentu, faktanya sangat jauh dari kebenaran dengan apa yang diisukan bahwa yang dibongkar tersebut makam Syeikh Nawawi Al Bantani.

“Lokasi penggalian yang viral di medsos sekarang sangat jauh, sekitar 200 meter dari lokasi dimana Syeikh Nawawi dikebumikan,” imbuhnya.

Menurut Gus Lik pula, lubang makam yang disiapkan untuk penguburan di pemakaman di Arab Saudi, memiliki kedalaman lubang 1,5 meter dan biasanya ditutupi balok beton.

Ia mengira, penggalian tersebut hanya sekadar untuk pengalihan saja supaya para jamaah haji dan jemaah umroh tidak berziarah ke sana. Menyakapi hal itu Ia berharap agar masyarakat tidak menyebarkan berita-berita yang belum jelas keabsahannya.

“Saya mengimbau ke masyarakat umum supaya tidak tergesa-gesa untuk menyebarkan berita-berita yang belum jelas, karena hal tersebut meresahkan masyarakat umum dan ia menanggung dosa. Begitu juga kepada saudara-saudara semua jangan nge-share berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, karena ia (termasuk) berserikat dalam menyebarkan berita bohong,” pesan Gus Lik.

Gus Lik, yang juga merupakan Ketua Majelis Syuriah MWCINU Riyadh, menukil sebuah kalimat berbahasa Arab,
من أعان على معصية فهو شريك له
“Barangsiapa berserikat dalam (menyebarkan) maksiat, maka ia berserikat dalam berbuat dosa.” pungkasnya.

(TTG/TTG, 11/01)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki