Berita > Seputar TKI
Miris, Pelaut Ini Laporan Sakit Malah di PHK
03 Jan 2018 10:15:39 WIB | Syafii | dibaca 4497
Ket: Kondisi kaki ARN
Foto: LBMIJKT
Nasional, LiputanBMI - Sudah jatuh tertimpa tangga. Begitulah kira-kira nasib yang dialami oleh ARN (31), pelaut asal Sibolga, Sumatera Utara. ARN merupakan Nakhoda di atas kapal Tug Boat Kwan 1 milik PT Kwan Samudera Mandiri yang diketahui beralamat di Jl. Bandengan Selatan No. 43 Puri Delta Mas Blok C, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara.

Kepada Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI), ARN mengadukan permasalahannya tersebut.

"Kami dihubungi oleh pihak keluarga ARN untuk dimintai bantuan seputar pemecatannya sebagai kapten di kapal itu," Ujar Ketua Dalam Negeri PPI, Nur Rohman kepada LiputanBMI, Rabu (03/01/18) via seluler.

Berdasarkan kronologi yang diterima dari pihak pelapor, ARN menyampaikan bahwa dirinya mengalami sakit ketika di kapal. Darah tinggi naik dan asam urat kambuh sampai kakinya luka membengkak dan tidak bisa jalan.

Ironisnya, lanjut Nur Rohman, dalam kronologi kejadian disebutkan bahwa ARN sudah menghubungi pihak perusahaan, bukannya mendapat fasilitas pengobatan malah Ia diberhentikan.

"Selain kronologi kejadian, kami juga dikirim foto-foto kondisi ARN saat sakit dan copy perjanjian kerja laut miliknya. Info dari keluarga, hingga saat ini ARN pun belum bisa berjalan," tambahnya.

Terkait pengaduan tersebut, Tim Advokasi PPI akan mencoba menghubungi pihak perusahaan untuk klarifikasi dan memediasi guna mencari titik temu penyelesaian.

PPI berpendapat, seharusnya pihak perusahaan menanggung biaya perobatan sesuai pasal 13 PKL tersebut serta hak-hak lainnya sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 2000 tentang Kepelautan.

"Surat Kuasa dan bukti-bukti lain sudah lengkap masuk ke kami. Upaya pertama, kami coba surati panggilan bipartit 1 ke perusahaan untuk dilakukan perundingan/musyawarah," pungkasnya.
(IS/IS, 03/01)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki