Berita > Seputar TKI
Owner Bayar Hak dan akan Pulangkan 81 ABK WNI Kapal Fu Yuan Yu
30 Dec 2017 14:28:28 WIB | Redaksi | dibaca 2662
Ket: 81 ABK Kapal FU Yuan YU asal Indonesia
Foto: LBMIJKT
Jakarta, LiputanBMI - Nasib malang 81 Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia di kapal penangkap ikan Fu Yuan Yu yang terlantar dan sempat ditampung di palka kapal kolekting Ocean Star 98 milik Fuzhou Fengyang Shipping, Co. Ltd., di Cina mendapatkan titik terang.

Dihubungi oleh Koordinator ABK di Cina, Chandra, Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) menyatakan bahwa saat ini para ABK sudah mendapakan hak-haknya meski belum semua.

"Barusan ditelpon salah satu ABK, saat ini gaji mereka yang di atas kapal sebesar 50 USD x masa kerja sudah dibayar, bonus tangkapan ikan juga dibayar, namun untuk gaji delegasi tidak dibayar karena owner bilang sudah ditransfer ke agen di Indonesia," ujar Ketua Advokasi, Hukum, dan HAM PPI, Imam Syafi'i kepada Liputan BMI, Sabtu (30/12/17).

Selain itu, info dari Chandra, kata Imam, khusus untuk yang berangkat melalui PT Mojasindo gaji delegasi akan dibayar di sini yang bulan 10, 11, dan 12 karena para ABK menyatakan ke owner kalau PT Mojasindo sudah bubar dan para pengurusnya pun kabur entah kemana.

PPI menyarankan kepada para ABK agar meminta bukti-bukti pembayaran yang telah dilakukan owner kepada pihak perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk memudahkan nanti saat advokasi.

Sementara, terpisah, PPI juga dihubungi oleh Direktorat Perlindungan WNI & BHI, Kementerian Luar Negeri tentang kabar pembayaran gaji tersebut.

"Ya, intinya kami minta ke Kemlu agar KJRI Guangzhou terus membantu para ABK dalam penuntutan gaji. Khusus untuk yang berangkat dari Mojasindo, para ABK mengaku tidak dibekali perjanjian kerja laut/PKL meski mereka merasa tanda tangan pada saat sebelum berangkat," ungkap Imam.

Untuk diketahui, Imam menyebut bahwa saat ini PT mojasindo dan para pengurusnya sudah tidak diketahui keberadaannya.

"Saat ini pun kami (PPI) sedang menangani kasus 25 abk dari PT Mojasindo yang bulan lalu dipulangkan dari Korea tanpa gaji setelah 4-7 bulan dipekerjakan," tambahnya.

PPI sudah melaporkan kasus tersebut kepada Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

"BNP2TKI udah surati PT Mojasindo di Bekasi dengan alamat ditujukan kepada PT Dian Kharisma Mandiri karena kop surat pakai PT itu. Selain itu, BNP2TKI juga udah melimpahkan kasus itu ke LP3TKI Surabaya karena PT. DKM berpusat di Gresik, Surabaya," tegas Imam.

PPI meminta kepada instansi-instansi pemerintah yang terkait dengan kepelautan untuk bahu-membahu dalam memberantas segala bentuk praktik tindak pidana perdagangan orang dalam modus perekrutan tenaga kerja pelaut.
(RED/TTG, 30/12)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki