Berita > Seputar TKI
Tidak Seperti Purwakarta, Pemkab Karawang Dinilai Kurang Peduli Warganya di Luar Negeri
26 Dec 2017 22:05:49 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 1597
Ket: Pemkab Karawang
Foto: google
Karawang, LiputanBMI - Pemerintah Kabupaten Karawang dinilai kurang peduli terhadap nasib warganya yang mengalami masalah di luar negeri. Hal itu terkait nasib Sarah binti Rasim (48) TKI yang kini sedang dirawat di RS Al Adwani, Taif, Arab Saudi karena penyakit komplikasi jantung.

Sarah merupakan warga Dusun Langseb, Desa Kerta Raharja , Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Karena tidak mempunyai dokumen resmi, Sarah sempat ditolak dua rumah sakit dan berhasil dirawat rumah sakit swasta dengan biaya yang cukup mahal.

Untuk meringankan biaya yang ditanggung Sarah, para aktivis di Arab Saudi pun menggalang dana melalui sosial media facebook. Namun biaya yang berhasil dikumpulkan masih jauh dengan biaya yang dibebankan rumah sakit yaitu di SR 38.656 .

Baca Juga: TKI Asal Karawang Koma di Saudi, Para Aktivis Galang Dana Ringankan Biaya Rumah Sakit

Ketua DPWLN BMI-SA Arab Saudi, Adi Permana mengaku kecewa terhadap Bupati Karawang, Celica Nurrachadia yang dinilainya tidak peduli terhadap nasib TKI di luar negeri.

"Perwakilan kita di Karawang sudah coba datang ke Pemda Karawang tapi sulit untuk bertemu dengan bupati. Kita juga sudah sebarkan di sosial media tapi tidak ada respon sama sekali dari pemkab Karawang," keluhnya.

Adi pun membandingkan dengan pemkab Purwakarta yang selama ini dinilai kooperatif dalam membantu TKI yang bermasalah di Arab Saudi.

Pemkab Purwakarta tercatat sudah dua kali membantu memulangkan TKI asal Purwakarta yang membutuhkan bantuan, yaitu pada tahun 2016 memulangkan Yanti binti Taslim, TKI berusia 34 tahun yang mengidap hepatitis C dan November 2017 memulangkan Irwanto Samin Apan seorang TKI yang mengalami patah kaki saat kecelakaan kerja.

(IYD/RED, 26/12)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki