Berita > Seputar TKI
Eks TKI Kilang Walet Berharap Direktur PT Sofia Dapat Hukuman Setimpal
26 Dec 2017 11:33:09 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 4607
Ket: Tyas sewaktu bekerja di kilang walet PT Maxim
Foto: Tyas/LBMIMY
Nasional, LiputanBMI - Proses hukum dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang dilakukan oleh PJTKI PT Sofia Sukses Sejati dengan korban 152 siswi lulusan SMK yang direkrut melalui sekolahan dan dipekerjakan di sebuah kilang (pabrik) sarang burung walet PT Maxim Birdnest di Malaysia masih terus berlanjut.

Dilansir news.detik.com, Kamis (21/12), polisi memastikan telah menetapkan Direktur PT Sofia Sukses Sejati berinisial WH sebagai tersangka TPPO karena diduga melanggar Pasal 4 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan/atau Pasal 102 dan Pasal 103 UU Nomor 39 Tahun 2004 Tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri.

Salah satu eks TKI kilang walet, Tyas Wening Sih Putri berharap, PT Sofia Sukses Sejati tidak hanya sekadar mendapat sanksi pencabutan izin, tetapi selaku direktur, WH harus mendapat hukuman setimpal.

“Pelaku harus mendapat hukuman yang setimpal atas apa yang telah dia perbuat terhadap saya dan teman-teman,” kata Tyas kepada LiputanBMI, Senin (25/12/2017) melalui sambungan telepon.

Pihak PT, lanjut Tyas, juga harus memberikan ganti rugi karena ia dan teman-temannya tidak hanya terekploitasi, tetapi malah dituduh ilegal hingga harus dipenjara selama satu bulan.

“Kalau masalah ganti rugi, itu memang sudah seharusnya, karena kami merasa sangat tertipu. Kami semua tidak tahu apa-apa, tetapi harus merasakan hidup di penjara,” ungkapnya.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, pada 28 Maret 2017 lalu, pihak berwenang Malaysia telah menggerebek sebuah perusahaan pengolahan dan pemasaran sarang burung walet PT Maxim Birdnest di Klang, Selangor karena diduga mengeksplotasi pekerjanya dan diduga terlibat dalam kegiatan penyelundupan manusia.

Baca: Polisi Malaysia Gerebek Perusahaan Sarang Walet yang Diduga Eksploitasi TKI

Pasca penggerebekan, Tyas bersama 152 pekerja asal Indonesia lainnya yang rata-rata lulusan SMK ditahan oleh imigrasi Malaysia. Setelah menjalani beberapa persidangan, Tyas dan kawan-kawan dipulangkan ke Indonesia pada Mei 2017 lalu.

Tyas berpesan kepada calon TKI agar jangan mudah tergiur bujuk rayu PT, meskipun proses perekrutannya melalui pihak sekolah.

“Jangan mudah tergiur dan percaya sama bujuk rayu dan janji-janji dari pihak PT, karena tidak semua yang mereka katakan itu benar. Banyak yang cuma rekayasa. Orang PT bisa berkata apa saja sesuai yang mereka inginkan , yang penting calon TKI mau berangkat dan mereka dapat untung,” pungkasnya.
(FK/RED, 26/12)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki