Berita > Komunitas
Rayakan Ulang Tahun Ketiga, Komunitas Serantau Kembali Ingatkan Saatnya Buruh Migran Bersuara
25 Dec 2017 19:22:46 WIB | Redaksi | dibaca 779
Ket: Komunitas Serantau
Foto: dok. Serantau
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Komunitas Serantau, jejaring pekerja migran asal Indonesia di Malaysia menggelar syukuran untuk merayakan ulang tahun ke-3, Minggu (24/12/2017).

Selain acara pemotongan tumpeng dan doa bersama, dalam acara yang diadakan di sebuah taman di kawasan Bandar Sunway, Selangor tersebut juga digelar diskusi kecil membahas isu-isu terkini soal buruh migran di Malaysia, serta sesi sharing pengalaman.

Salah satu aktivis Komunitas Serantau, Andik dalam sambutanya kembali mengingatkan pentingnya sebuah komunitas untuk terus menyuarakan hak-hak dan mengungkap ketidakadilan yang dialami buruh migran agar mendapat perhatian dan dapat dicarikan solusinya.

Berbagai persoalan yang menimpa buruh migran, menurut Andik, juga tidak lepas dari kurang tepatnya kebijakan. Untuk itu, dengan kerjasama NGO/CSO dalam dan luar negeri Komunitas Serantau akan terus berupaya berpartisipasi melakukan lobi-lobi ke pemerintah untuk advokasi kebijakan.

"Kita perlu bersatu dan membangun solidaritas supaya suara kita bisa didengar. Sudah saatnya kita bersuara bukan hanya disuarakan," kata Andik.

Sementara pada sesi sharing pengalaman, Castirah salah satu PRT di Kuala Lumpur bercerita tentang pengalamannya menjadi korban eksploitasi agensi.

Selama 14 bulan, Castirah mengaku dipekerjakan pada 9 majikan dan tidak menerima gaji. Hingga pada akhirnya kasus yang ia alami di-advokasi Serantau. Hal seperti inilah menurut Castirah yang membuatnya merasa sangat penting untuk ikut aktif berorganisasi.

"Alhamdulillah, setelah kasus saya didampingi oleh Serantau, saya bisa mendapatkan gaji serta dokumen. Dan sekarang saya bisa bekerja pada majikan baru," tutur Castirah.

***
Penulis: Nasrikah Sarah
(RED/RED, 25/12)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki