Berita > Seputar TKI
14 Tahun Hilang Kontak dan Terhubung Keluarga Ketika Sakit, TKI Ini Akan Dipulangkan
21 Dec 2017 06:37:02 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 1155
Ket: Nuryeni ketika di rumah sewanya (kiri) dan ketika di KBRI (kanan)
Foto: Siti?LBMIMY
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Nuryeni (41), warga Desa Pucangan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak sejak berangkat menjadi TKI ke Malaysia sekitar 14 tahun lalu sudah terhubung dengan keluarganya.

Namun, ketika terhubung dengan keluarganya, ia dalam keadaan sakit dan sepertinya sedang mengalami tekanan mental. Bahkan, selama sekitar satu bulan ia tergolek lemah di sebuah rumah sewa di kawasan Sungai Buloh, Selangor.

“Pada awalnya kami tidak mengetahui keluarganya, lalu kawan-kawan berinisiatif meng-upload fotonya di Facebook dan berhasil terhubung dengan salah satu adiknya,” kata Siti Nadhira, TKI asal Blitar yang menyewa kamar bersebelahan dengan Nuryeni.

Melihat kondisi Nuryeni yang memprihatinkan, Siti dan kawan-kawan bermaksud membantu memulangkan ke Indonesia. Keluarganya pun juga sangat berharap agar Nuryeni bisa dipulangkan.

“Tapi mula-mula kami tidak tahu cara memulangkannya karena Mbak Nuryeni tak berdokumen. Apalagi dia sudah lama tak kerja jadi sudah pasti tak punya biaya,” kata Siti.

Siti dan kawan-kawan terus mencari cara bagaimana agar Nuryeni bisa segera dipulangkan karena khawatir kondisinya bertambah parah. Hingga akhirnya, dengan bantuan seorang admin grup FB, Siti terhubung dengan salah satu pengurus Komunitas Serantau.

“Alhamdulillah, atas bantuan Komunitas Serantau Mbak Nuryeni sudah diantar ke KBRI Kuala Lumpur, Rabu (20/12) siang , untuk proses kepulangannya. Terima kasih buat Komunitas Serantau dan semua kawan-kawan yang peduli dengan Mbak Nuryeni,” ungkap Siti.

Sementara Wasdiono Ade, adik kandung Nuryeni kepada LiputanBMI mengatakan, keluarganya sudah bertahun-tahun mencari Nuryeni, tetapi tidak berhasil menemukan. Bahkan, pada tahun 1999, Wasdiono pernah nekat datang ke Malaysia untuk mencari Nuryeni meski informasinya hanya berdasarkan kata orang.

“Setelah dari Malaysia, saya pernah juga ke Batam dan Riau untuk mencari kakak saya meskipun informasinya hanya mengikuti kata orang. Alhamdulillah kakak saya sudah ketemu dan sedang dalam proses pemulangan. Terima kasih buat kawan-kawan di Malaysia yang telah membantu kakak saya,” kata Wasdiono melalui sambungan telepon, Rabu (20/12/2017).

Koordinator Komunitas Serantau, Nasrikah Sarah yang menjemput Nuryeni ke Sungai Buloh dan mengantar ke kedutaan ketika dikonfirmasi LiputanBMI mengatakan, proses kepulangan Nuryeni sudah ditangani KBRI Kuala Lumpur.

“Sudah ditangani KBRI Kuala Lumpur,” katanya singkat.








(FK/RED, 21/12)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki