Berita > Seputar TKI
Menlu Klaim Sebayak 28.904 Kasus Buruh Migran Terselesaikan
20 Dec 2017 00:11:22 WIB | Juwarih | dibaca 455
Ket: Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi
Foto: SBMI IDR
Bekasi, LiputanBMI - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengklaim bahwa pihaknya telah berhasil menyelesaikan 28.904 kasus buruh migran, serta 205 orang WNI terbebas dari hukuman mati di luar negeri dalam waktu tiga tahun terakhir ini, (red. tahun 2015 - 2017).

Hal ini disampaikan menlu pada peringatan Hari Buruh Migran Internasional dengan mengusung tema "Tantangan Pemerintah Paska Pengesahan UU No. 18/2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia" yang diselenggarakan Serikat Buruh Migran Indonesia di gedung Islamic Center Bekasi, Jawa Barat, (17/12/2017).

"Di masa tiga tahun ini, kita memang menghadapi kasus hukum yang cukup banyak, dan banyak pula yang sudah terselesaikan yang lainnya masih dalam proses penyelesainya," ucap Menlu dalam sambutannya.

Menlu Retno menuturkan banyak upaya yang dilakukan pemerintah agar para buruh migran Indonesia (TKI) ini terjamin keselamatan dan hak-haknya.

Mengingat, baru-baru ini para pemimpin ASEAN telah menandatangani konsensus perlindungan buruh migran dalam Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di Manila, beberapa waktu lalu.

"Proteksi ini dapat ditandatangani Kementerian Luar Negeri negara ASEAN dan Kementerian Luar Negeri RI setelah melewati perjalanan panjang. Namun pemerintah Indonesia bertahan bahwa harus ada paling tidak satu dokumen untuk melindungi para buruh migran," tegasnya.

Tak hanya itu, Kementerian Luar Negeri RI memastikan akan terus meningkatkan pelayanan perlindungan kepada para buruh migran Indonesia di luar negeri, dengan mengeluarkan aplikasi Safe Travel, diharapakan untuk mempermudah para WNI maupun BMI mengetahui situasi dan kondisi negara yang mereka tinggali.

Tak hanya itu, pemerintah telah mendirikan pusat belajar (learning center) dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan maupun keterampilan para buruh migran, walaupun baru bisa dirasakan oleh para BMI di Malaysia saja.

Menlu Retno juga berharap pihaknya akan terus bekerja sama dengan BNP2TKI dan SBMI untuk membantu dan melindungi buruh migran Indonesia.

"Kita merasa tidak akan mampu berjalan sendiri tanpa harus merangkul SBMI dan BNP2TKI untuk menangani permasalahan BMI," pungkasnya.

Dalam acara tersebut, Serikat Buruh Migran Indonesia memberikan penghargaan kepada Menlu Retno atas kontribusinya dalam melindungi WNI di luar negeri terutama WNI yang bekerja sebagai buruh migran.
(JWR/RED, 20/12)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki