Berita > Seputar TKI
Peringati Migran Day, SBMI Gelar Seminar tentang Perlindungan TKI
17 Dec 2017 18:30:22 WIB | Juwarih | dibaca 573
Ket: Seninar Nasional Migran Day 2017
Foto: SBMI
Bekasi, LiputanBMI - Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) menggelar seminar soal tantangan pemerintah pasca pengesahan UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI), Minggu (17/12/2017).

Kegiatan yang digelar di Aula Islamic Center, Bekasi tersebut merupakan rangkaian awal kegiatan SBMI dalam rangka memperingati Hari Buruh Migran Internasional (Migran Day) yang biasa diperingati setiap tanggal 18 Desember.

Selain dihadiri oleh perwakilan dari seluruh pengurus dan anggota SBMI se-Indonesia, seminar juga dihadiri perwakilan pemerintah dari Kemenlu, Kemenaker, dan Kemendagri. Hadir juga aktivis buruh migran dari Jaringan Buruh Migran (JBM), Justice Without Border (JWB), dan beberapa tokoh buruh migran lainnya.

Acara diawali dengan nonton bareng pemutaran film indie yang diproduksi oleh SBMI dengan judul "Impian Negeri Berkabut". Film berdurasi 40 menit itu menceritakan tentang proses dan modus praktik trafficking di Indonesia.

Ketua Umum SBMI, Haryanto dalam sambutannya menyampaikan peringatan Migran Day tahun ini fokus pada pengawalan implementasi dan persiapan aturan turunan UU nomor 18 tahun 2017 tentang PPMI.

Aturan turunan yang akan dibuat oleh pemerintah nanti, kata Hari, harus sesuai dengan Konvensi PBB Tahun 1990 tentang Perlindungan Hak-Hak Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya yang sudah diratifikasi melalui UU Nomor 6 Tahun 2012.

"Salah satunya terkait perlindungan yang diberikan bukan hanya kepada buruh migran saja, tetapi juga kepada anggota keluarganya," kata Hari.

Hari menjelaskan, dalam peringatan Migran Day tahun ini SBMI juga akan memberikan catatan-catatan atau rekomendasi kepada pemerintah terkait dengan hal apa saja yang harus disiapkan dan dilakukan dalam rangka proses pembuatan aturan turun UU PPMI.

"UU PPMI ini harus mempunyai aturan turunan yang terintegrasi sampai ke daerah-daerah, sehingga perlindungannya nyata untuk buruh migran," pungkasnya.
(JWR/RED, 17/12)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki