Berita > Seputar TKI
Siram Anak Majikan dengan Minyak Panas, BMI di Singapura Dipenjara
16 Dec 2017 17:08:10 WIB | Yully Agyl | dibaca 2195
Ket: Ilustrasi
Foto: Google
Singapura, LiputanBMI - Sugianti (34), BMI di Singapura divonis hukuman penjara 1 tahun karena menyiramkan minyak panas kepada anak majikannya yang berusia 14 tahun. Perisitiwa itu terjadi karena sakit hati pelaku kepada korban yang telah mencakarnya.

Sebagaimana dilansir Redwire Times, Jumat (15/12), insiden terjadi pada 15 Februari 2017 lalu saat Sugianti memarahi anak laki-laki tersebut karena menumpahkan cairan di lantai yang menyebabkan saudara perempuannya yang berusia 17 tahun terjatuh 2 hari sebelumnya. Mereka berdua saling cekcok dan korban merobohkan rak yang berisi barang-barang milik Sugianti. Karena takut Sugianti akan mengadu kepada ayahnya, anak laki-laki itu lalu menata kembali barang-barang itu.

Pada saat itu, Sugianti sedang menggoreng sayap ayam di dapur sambil memarahi anak lelaki majikan yang dirahasiakan identitasnya.

Korban yang kesal membungkam mulut Sugianti dari belakang dan menarik rambutnya dengan maksud menghentikan amarah pelaku. Sugianti memberontak sambil mengguncang penggorengan beberapa kali dan memanggilnya "anak setan".

Saat itulah korban mencakar wajahnya dan pergi. Merasakan sakitnya bekas goresan, Sugianti menantang anak itu untuk berkelahi. Anak laki-laki itu mengusirnya.

Saat itulah Sugianti mengangkat penggorengan yang ada minyak panas lalu menyiramkan ke anak itu dan mengenai lengan dan kakinya. Anak laki-laki itu menjerit kaget dan baru dibawa ke poliklinik keesokan harinya.

Sugianti juga dirawat di RSU Changi karena sakit di bagian belakang kepala dan bekas cakar di bawah mata kanan.

Pada sidang, Jumat (15/12/2017), pengadilan hari ini, pengacara Sugianti memohon keringanan, dengan menguraikan bahwa ia telah bekerja untuk keluarga tersebut sejak Oktober tahun 2016. Merawat anak laki-laki dan kedua saudara perempuannya serta nenek mereka yang sedang sakit. Pengacara menambahkan bahwa Sugianti telah banyak menderita pelecehan verbal dari anak laki-laki itu, yang fisiknya jauh lebih besar dari dia.

Hakim memutuskan hukuman untuk memberi efek jera dengan memperhatikan sejumlah kejahatan dan niat dari pelaku. Seharusnya ia mengadukan kenakalan anak laki-laki dengan ayahnya.


(YLA/RED, 16/12)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki