Berita > Seputar TKI
CTKI Unprosedural Timur Tengah Disumpah Pakai Al Quran, Ini Isi Perjanjiannya
13 Dec 2017 00:14:00 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 2535
Ket: ilustrasi selfie di Masjidil Haram
Foto: LBMI
Nasional, LiputanBMI - Meski telah dikeluarkan Kepmenaker RI No 260 Tahun 2015 tentang penutupan dan pelarangan TKI sektor domestik ke negara Timur Tengah, rupanya Jazirah Arab masih menjadi pilihan Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) untuk mengadu nasib.

Hal ini terbukti dengan masih tingginya minat masyarakat serta lemahnya pengawasan yang dilakukan pemerintah.

CTKI yang berangkat secara unprosedur tentu posisinya lemah dalam hal perlindungan ketika mendapatkan masalah di negara penempatan karena tidak mempunyai surat perjanjian kerja (PK) yang dilegalisasi oleh KBRI atau KJRI.

Selalin itu CTKI tidak mendapatkan pelatihan apapaun seperti pembekalan akhir pemberangkatan (PAP).

Untuk mengantisipasi masalah yang akan terjadi, oknum PPTKIS rupanya telah mengambil sumpah kepada CTKI yang akan diberangkatkan. Pengalaman tersebut diceritakan SW CTKI asal Karawang yang akan berangkat ke Timur Tengah secara unprosedur.

"Saya bersama CTKI lainnya disumpah sebelum diberangkatkan. Tangan yang satu pegang surat sambil membacakan isi sumpah dan tangan satunya lagi memegang Al Quran," tutur SW kepada LiputanBMI beberapa hari yang lalu.

Isi sumpah tersebut, lanjut SW, tentang komitmen untuk tidak kabur dan tidak membuat masalah dengan majikan selama di negara penempatan.

"Karena katanya banyak TKI yang berbohong dan melarikan diri oleh karena itu harus disumpah," terangnya.

Kendati telah mengetahui bahwa proses yang dilaluinya unprosedural, Ibu dua anak itu mengaku pasrah karena himpitan ekonomi.

"Ya mudah-mudahan saja lancar dan tidak ada masalah. Dua tahun yang lalu saya pernah bekerja ke Abu Dhabi melalui proses unprosedural tapi bisa pulang dengan selamat," pungkasnya.
(IYD/RED, 13/12)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki