Berita > Seputar TKI
TKW Korban Penyiksaan di Arab Saudi Kecewa Kepada Crisis Center BNP2TKI
07 Dec 2017 21:46:20 WIB | Juwarih | dibaca 2008
Ket: Photo TKW Korban Kekerasan Majikannya
Foto: LBMIMY
Indramayu, LiputanBMI - Kecewa, hal itu diungkapkan TKI bernama Nuryati (30), warga Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, setelah dirinya berharapa BNP2TKI bisa membantu untuk menuntut hak-haknya selama 9 tahun bekerja di Arab Saudi.

Setelah pulang dalam kondisi cacat permanen, anak kelima dari 10 bersaudara ini berharap BNP2TKI bisa menuntut PT Arafah Duta Jasa untuk bertanggungjawab atas penyiksaan dan penyekapan yang dialaminya selama 9 tahun lebih serta sisa gaji sebesar Rp 181 juta yang belum dibayar.

"Saya sangat kecewa setelah saya baca surat dari BNP2TKI ini, harapan saya untuk menuntut hak-hak saya sebagai TKI sepertinya jauh dari harapan," keluh Nuryati kepada LiputanBMI, pada Kamis (7/12/2017).

Surat yang diterimanya dari BNP2TKI itu menjelaskan bahwa PT Arafah Duta Jasa mengaku nama Nuryati tidak tercatat diperusahaannya. Namun jika dikemudian hari terbukti PT Arafah Duta Jasa yang memberangkaatkannya, PJTKI hanya bertanggungjawab selama dua tahun, jika sudah lewat dari dua tahun dikatakan sudah bukan menjadi tanggung jawabnya lagi.

"Padahal selama saya bekerja belum pernah ditengok oleh pihak agency maupun di telepon orang PT," tutur Nuryati.

Sementara itu, Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Indramayu Juwarih, pihaknya mempertanyakan mekanisme penanganan kasus dari BNP2TKI dalam menanggani kasus ini.

"Seharusnya kan kedua belah pihak dipertemukan dalam mediasi, agar BNP2TKI dipandang tidak berpihak dan terkesan melindungi PJTKI dari tuntutan yang kami ajukan," tutur Juwarih.

Selain itu juga, Juwarih, mempertanykan jawaban yang disampaikan pihak PJTKI.

"Saya ingin bertanya, atas dasar apa pihak PJTKI mengatakan demikian, PJTKI itu berkewajiban untuk memberikan perlindungan kepada TKI sebagai mana diatur dalam Pasal 82 UU No. 39/2004 tentang PPTKILN," tegas Juwarih.

Diketahui, sejak 21 Juni 2017, Nuryati bekerja sebagai TKI di Arab Saudi melalui PT Arafa Duta Jasa, selama 9 tahun disekap dan disiksa oleh majikannya serta puncaknya pada saat dirinya sedang tidur disiram bensin lalu kemudian dibakar.

Dalama kondisi cacat permanen Nuryati dipulangkan pada 26 Mei 2017 lalu, kemudian pada 11 Oktober 2017 dengan didampingi pengurus SBMI Indramayu, mengadukan PT Arafah Duta Jasa ke Crisis Center P4TKI Cirebon untuk menuntut pihak PJTKI bertanggung jawab atas derita yang dialami serta sisa gaji sebesar Rp 181 juta yang masih belum dibayar.

P4TKI Cirebon tiga kali memanggil pihak PT Arafah Duta Jasa untuk mediasi namun selalu mangkir dari panggilan.
(JWR, 07/12)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki