Berita > Seputar TKI
Bilang Takut Saat di Telepon, Orang Tua Yakin Nurhalimah Diintimidasi Majikan
05 Dec 2017 10:27:02 WIB | Juwarih | dibaca 1473
Ket: Keluarga Nurhalimah di Indramayu
Foto: SBMI
Indramayu, LiputanBMI - Nurhalimah binti Tarmin (26), TKW asal Indramayu, Jawa Barat, mengaku sering di-intimidasi oleh majikannya selama 8 tahun lebih bekerja di Malayasia, termasuk pada saat dirinya sebelum datang ke kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur.

Hal ini dikatakan oleh Tuniah (33), kakak kandung Nurhalimah, dengan didampingi kedua orangtuanya, Tarmin dan Sarniti, kepada LiputanBMI, di Blok Rehobot, pada Senin (4/12/2017).

"Adik saya setelah dari kantor KBRI kembali telepon, dia mengaku sebelum datang ke KBRI oleh majikan diancam dan ditakut-takuti," kata Tuniah.

Masih kata Tuniah , yang membuat adiknya tidak berani untuk berbicara jujur dihadapan pegawai KBRI, disebakan ada rasa takut karena ada majikan di sampingnya.

Padahal adiknya itu sebenarnya ingin cepat dipulangkan dan sudah tidak nyaman lagi tinggal dimajikannya, "Kemarin saja pada saat telepon, adik saya bilang takut... takut.. takut seperti orang yang sedang ketakutan," ungkap Tuniah.

Dalam mediasi kemarin, pada 29 November 2017 menghasilkan kesepakatan, bahwa majikan menyatakan bersedia membayar gaji dan hak-hak Nurhalimah, dan Nurhalimah menolak untuk tinggal di shelter KBRI serta memilih melanjutkan untuk kembali bekerja sampai Maret 2018, dengan dituangkan dalam bentuk surat pernyataan Nurhalimah.

Senada dengan Tuniah, Ayah kandung Nurhalimah, Tarmin, juga mengatakan bahwa anaknya pada saat bicara melalui seluler menyampaikan rasa ketakutannya.

"Maklum anak saya kan masih polos, yang membut anak saya mudah untuk ditakut-takuti dan dibohongi," ujar Tarmin.

Lanjut Tarmin, ia berharap KBRI Kuala Lumpur bisa memberikan pelayanan perlindungan kepada anaknya, serta membatu untuk secepatnya dipulangkan ke Indramayu.

Sementara itu, Kepala Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur, Yusron B Ambary, pada saat dikonfirmasi melalui WhasApp, pihaknya sudah menghubungi ulang majikannya Nurhalimah, dan beliau sepakat serta meminta waktu dalam 1-2 Minggu lagi akan datang ke kantor guna menyerahkan gaji selama 8 tahun lebih.

"Kami hanya ingin memastikan bahwa seluruh gajinya Nurhalimah dibayar," tegas Yusron.

Perlu diketahui, TKI bernama Nurhalimah, ini warga Blok Rehoboth, Desa Jayamulya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, itu dilaporkan telah dipekerjakan di dua tempat, belum pernah menerima gaji selama bekerja 8 tahun lebih, tidak diberi kebebasan untuk berkomunikasi dan majikan menahan kepulangannya ke Tanah Air.
(JWR, 05/12)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki