Berita > Seputar TKI
KBRI Kuala Lumpur Dianggap Tak Berpihak Pada TKI
30 Nov 2017 08:21:31 WIB | Juwarih | dibaca 1403
Ket: KBRI KL
Foto: google
Indramayu, LiputanBMI - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia dianggap tidak berpihak kepada Nurhalimah Bt Tarmin (26), TKI asal Indramayu yang selama 8 tahun tidak bisa pulang ke Indonesia.

Pengurus Badan Bertindak Majlis Anti Pemerdagangan Manusia Selangor, Abdul Aziz bin Ismail menilai pihak majikan telah melanggar undang-undang Perburuhan di Malaysia.

"Saya sangat kecewa dengan hasil mediasi tadi, seolah-olah majikan tidak melanggar Undang-Undang," keluh Aziz , kepada LiputanBMI melalui sambungan seluler, Rabu (29/11/2017)..

KBRI KL memanggil majikan dan Nurhalimah untuk melakukan mediasi seteleh pihak kedutaan menerima laporan dari SBMI Indramayu dan Badan Bertindak Majlis Anti Pemerdagangan Manusia Selangor.

Dalam mediasi tersebut menghasilkan kesepakatan, bahwa majikan menyatakan bersedia membayar gaji dan hak-hak Nurhalimah, dan Nurhalimah memilih melanjutkan untuk kembali bekerja sampai Maret 2018.

Aziz, mengaku kecewa dirinya tidak bisa mengikuti proses mediasi, padahal sudah menunjukan surat kuasa dari keluarga korban, namun pihak KBRI KL tidak memperbolehkan masuk untuk mendampingi Nurhalimah.

"Jangankan masuk, mau berbicara dengan korban saja tidak diperbolehkan," kata Aziz.

Aziz berkeyakinan sebelum datang ke kantor KBRI KL terlebih dahulu Nurhalimah diintimidasi oleh majikannya agar tidak berbicara jujur pada saat dimintai keterangan di KBRI KL.

Perlu diketahui, TKI bernama Nurhalimah Bt Tarmin, warga Blok Rehoboth, Desa Jayamulya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dilaporkan telah dipekerjakan di dua tempat, belum pernah menerima gaji selama bekerja 8 tahun lebih, tidak diberi kebebasan untuk berkomunikasi dan majikan menahan kepulangannya ke Tanah Air.
(JWR, 30/11)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki