Berita > Komunitas
Digandeng Penyanyi Lokal, Grup Band PMI Taiwan Ini Konser Sambil Kenalkan Batik
29 Nov 2017 22:12:35 WIB | Redaksi | dibaca 2148
Ket: The Mandala's
Foto: LBMITW/ Ryan
Taipei, LiputanBMI - Menjadi pekerja migran bukan halangan bagi kaum muda Indonesia untuk berkarya dan mengharumkan nama bangsa.

Hal tersebut dibuktikan oleh sekelompok anak muda yang tergabung dalam grup band The Mandala's.

Bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan, nama grup band The Mandala’s yang digawangi oleh Mandala (vocal), Made (gitar), Japra (bass), Nomo (drum), Ubi Jalar/Chang Chia Yen (keyboard + backing vocal) pasti sudah tidak asing lagi.

Tak hanya sebatas acara untuk para PMI Taiwan, The Mandala’s juga satu-satunya grup band yang diajak ikut tampil keliling Taiwan dalam konser mini penyanyi lokal bernama Wei Ji.

Wei Ji adalah seorang penyanyi Taiwan yang lebih sering menciptakan dan menyanyikan lagu-lagu sosial. Baru-baru ini ia membuat album sosial tentang pekerja migran dengan mengajak beberapa orang PMI serta pekerja migran dari negara lain untuk rekaman.


Selain bermain musik, The Mandala's juga mempunyai misi melestarikan dan mengenalkan budaya Indonesia. Hal ini dibuktikan dari segi kostum yang dikenakan para personil ketika tampil di panggung dengan mengenakan batik, meski musik grup band ini bergenre poprock

“Sepertinya hanya The Mandala’s grup band yang setiap tampil di panggung mengenakan baju batik. Baik grup band di Indonesia atau di kelas dunia,” kata Mandala, vokalis sekaligus pendiri The Mandala's.

Ketika awal berdiri pada 7 Juli 2017, The Mandala's memiliki dua vokalis, yakni Mandala dan Keyla yang kini sudah pulang ke Indonesia.

Selain memiliki 5 orang personil tetap, grup band ini juga memiliki dua personil cadangan. Bila personil tetap berhalangan tampil, Rohman dan Aji dari grup band 'Sider Ross' yang selalu siap menjadi personil pengganti.

Eksistensi The Mandala’s di Taiwan sudah tidak diragukan lagI. Ini terbukti hampir setiap minggu grup band ini tampil dalam berbagai acara. Bahkan, jadwal tampil untuk beberapa bulan ke depan sudah penuh.

“Membuat sebuah grup band itu gampang, tapi mempertahankan eksistensinya itu yang sulit,” pungkas PMI bergelar Sarjana Hukum ini.

Penulis; Ryan Ferdian Darsudi
(RED, 29/11)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki