Berita > Komunitas
Gelar Pelatihan Paralegal, SBMI : Awas Jangan Sampai jadi Markus
27 Nov 2017 12:57:24 WIB | Redaksi | dibaca 1021
Ket: SBMI Indramayu
Foto: SBMI
Indramayu, LiputanBMI - Dewan Pimpinan Nasional Serikat Buruh Migran Indonesia, bekerjasama dengan Justice Without Borders dan Fakultas Hukum Universitas Indonesia, mengadakan pelatihan Paralegal di Balai Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Minggu 26/11/2017.

Dalam sambutannya Ketua Umum SBMI, Hariyanto kepada 24 orang anggota peserta pelatihan berpesan jangan sampai ada yang disalahgunakan untuk kepentingan anggota dengan menjadi markus.

"Awas ya jangan sampai setelah dilatih dimanfaatkan oleh anggota untuk kepentingan pribadi dengan menjadi markus (mafia kasus) atau calo kasus," pesan Hari.

Seorang paralegal dari SBMI, kata Hari, harus mengedepankan perspektif terhadap buruh migran.

Dalam kegiatan tersebut, dalam waktu satu hari peserta dilatih tata kelola penanganan kasus, identifikasi klaim kompensasi, hukum, dan sensitivitas gender bagi pekerja migran indonesia.

Sementara itu, Ketua DPC SBMI Indramayu, Juwarih menyampaikan ucapan terima kasih pada DPN SBMI, JWB serta Fakultas Hukum UI yang sudah ikut serta dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

"Semoga dapat meningkatkan kapasitas para anggota dalam penanganan kasus-kasus perdagangan manusia dan eksploitasi ketenagakerjaan yang menimpa pada buruh migran Indonesia baik di dalam maupun di luar negeri," harap Juwarih.

Lanjut Juwarih, Indramayu merupakan salah satu daerah pengirim buruh migran terbesar kedua setelah Lombok Timur. Berdasarkan data BNP2TKI per Januari - Oktober 2017, ada 13.719 jiwa warga Indramayu yang berangkat ke luar negeri sebagai TKI.

"Sebagai salah satu daerah pengirim terbesar saya yakin besar pula angka TKI yang bermasalah," ujar Juwarih.

Dengan diadakan pelatihan tersebut, SBMI berharap anggotanya bisa memberikan pelayanan secara gratis yang bertujuan untuk meringankan beban para TKI maupun keluarganya yang sedang mengalami masalah.
(RED, 27/11)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki