Berita > Opini
Karawang Lumbung Padi dan Sentra Industri, Kenapa Warganya Banyak yang Jadi TKI ?
23 Nov 2017 12:46:35 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 935
Ket: Ilustasi Karawang
Foto: google
Karawang, LiputanBMI - Karawang adalah sebuah kabupaten di Tatar Pasundan yang berada Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan data BPS tahun 2015, populasi di Karawang mencapai 2.2 juta jiwa.

Kota yang mempunyai julukan "lumbung padi nasional" ini mempunyai luas wilayah 1.753,27 km, sebagaian wilayahnya adalah pesawahan.

Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor di barat, Kabupaten Subang di timur, Kabupaten Purwakarta di tenggara, serta Kabupaten Cianjur di selatan. Sementara di wilayah utara berbatasan dengan hamparan laut jawa yang kaya dengan beragam jenis ikan.

Karawang saat ini sedang menuju peralihan investasi sentra industri, di mana terdapat banyak pabrik dan perusahaan raksasa yang membangun kantornya di Karawang. Salah satunya adalah PT Astra Honda Motor yang mempunyai empat pabrik di Karawang sebagai produsen motor terbesar di dunia.

Karawang mempunyai potensi ekonomi yang sangat besar baik di darat, laut dan perindustrian. Hal ini tentunya akan berdampak kepada kesejahteraan masyarakat.

Akan tetapi, tenteram dan makmur serta sangat subur tanahnya (gemah ripah loh jinawi) hanyalah sebuah slogan saja. Realitanya masih banyak warga Karawang yang menjadi TKI informal ke luar negeri. Layaknya anak tiri di negeri sendiri yang tinggal di lumbung padi, masyarakat miskin hanya mampu mengkonsumsi beras bulog dan banyak pemuda yang menjadi pengangguran.

Bentangan sawah yang menghasilkan jutaan ton padi sebagian besar pemiliknya adalah juragan-juragan dari luar daerah. Berjejernya pabrik-pabrik besar yang mempunyai puluhan ribu pekerja, mayoritas pekerjanya bukan warga tempatan.

Di Karawang, para sponsor atau calo TKI masih bebas berkeliaran mendatangi warga mengimingi-imingi sejumlah uang perekrutan yang ditukar dengan paspor, KK dan KTP sebagai salah satu syarat pendaftaran CTKI.

Tidak ada kontrol dari pemerintah dalam hal ini, padahal sejak 2011 pengiriman TKI informal ke Arab Saudi telah dimoratorium dan di tahun 2015 telah dikeluarkan Kepmenaker RI No 260 Tentang Penghentian dan Pelarangan TKI informal ke Timur Tengah. Itulah sebabnya Karawang menjadi salah satu daerah penyumbang TKI bermasalah terbanyak di luar negeri.

(IYD, 23/11)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki