Berita > Seputar TKI
KJRI Jeddah Puji Pemkab Purwakarta Peduli TKI di Arab Saudi
22 Nov 2017 00:43:56 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 878
Ket: Konjen M Hery saat melepas kepulangan Irwanto
Foto: KJRI Jeddah
Jeddah, LiputanBMI - Konsulat Jenderal RI di Jeddah mengapresiasi Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta yang dinilai berperan aktif membantu warganya yang membutuhkan bantuan di Arab Saudi.

Hal itu diucapkan Konjen RI Jeddah, M. Hery Saripudin seusai melepas kepulangan Irwanto Samin Apan seorang TKI yang mengalami patah kaki saat kecelakaan kerja.

"Langkah Pemkab Purwakarta ini patut dijadikan role model atau contoh bagi pemerintah daerah lainnya dalam memberikan perhatian kepada warganya yang bekerja di luar negeri," kata Konjen Hary sebagaimana dikutip dari Fans Page KJRI Jeddah, Selasa (21/11).

Irwanto mengalami musibah saat menggarap pekerjaan di cabang perusahaan milik majikannya. Akibat kecelakan tersebut, ia mengalami patah tulang pada dua kakinya yang tertimpa beton.

Irwanto dilarikan ke Rumah Sakit King Fahad Jeddah dan menjalani operasi. Semula biaya rumah sakit termasuk operasi ditanggung oleh pemberi kerja Irwanto, namun selama pemulihan majikan tersebut menolak menanggung biayanya.

Alhasil Irwanto terlantar dalam kondisi memprihatinkan di sebuah penampungan ilegal. Ia hanya bisa berbaring sekitar empat bulan lamanya tanpa pengobatan dengan kondisi kakinya yang tidak bisa digerakkan lagi.

Atas informasi dari seorang warga Indonesia yang juga merupakan salah satu komunitas BMI di Arab Saudi, Irwanto akhirnya dievakuasi dari penampungan tersebut oleh KJRI Jeddah dan ditempatkan di shelter KJRI Jeddah untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Selain itu, KJRI Jeddah melalui Kementerian Luar Negeri RI segera menyampaikan surat pemberitahuan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta perihal warganya yang mengalami kecelakaan kerja di Arab Saudi.
Menerima kabar perihal warganya yang tertimpa musibah di Arab Saudi, Pemkab Purwakarta merespon dengan menyanggupi biaya pemulangan Irwanto dan keluarganya.

Informasi yang berhasil dihimpun oleh Tim Pelayanan dan Perlindungan (Yanlin) KJRI Jeddah menyebutkan pria asal Purwakarta kelahiran 1963 ini bekerja sebagai sopir trailer mengangkut beton.

Selama bekerja Irwanto telah menerima semua haknya seperti gaji dan mengirimkannya kepada keluarga di Indonesia. Namun, pengguna jasa Irwanto menolak menanggung biaya pemulangan dengan alasan belum menyelesaikan kontrak kerja. Kontraktor hanya menyanggupi pengurusan exit permit.

Irwanto Samin Apan didampingi istri diterbangkan Senin (20/11) menuju tanah air dengan Maskapai Saudia SV816 pada pukul 19:33 WAS dan tiba di Jakarta pada pukul 9:16 WIB.

Menurut catatan KJRI Jeddah, Pemkab Purwakarta telah dua kali berperan aktif menjalin kerja sama dengan KJRI Jeddah dalam memulangkan warganya yang tertimpa musibah di Arab Saudi.

Pada bulan Agustus 2016, Pemkab Purwakarta bekerjasama dengan KJRI Jeddah memulangkan Yanti binti Taslim, BMI berusia 34 tahun yang mengidap hepatitis C dan tertahan di Arab Saudi karena melanggar hukum keimigrasian dan ketenagakerjaan.
(IYD, 22/11)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki