Berita > Seputar TKI
BMI Asal Bandung Diduga Menjadi Korban Trafficking, SBMI Laporkan PT yang Memberangkatkannya
20 Nov 2017 11:48:07 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 1246
Ket: LD ketika mengadu ke kantor SBMI
Foto: dok.SBMI
Nasional, LiputanBMI - Seorang buruh migran asal Bandung, Jawa Barat berinisial LD diduga menjadi korban perdagangan orang (human trafficking) ketika diberangkatkan oleh PT SJ untuk dipekerjakan sebagai PRT di Singapura.

Oleh karena itu, setelah mendapat pengaduan dari LD pada 15 November lalu, Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) telah melaporkan PT SJ ke BNP2TKI pada Kamis, 16 November 2017.

Laporan ke BNP2TKI agar korban dibebaskan dari segala tuntutan denda dan menuntut pengembalian dokumen. Setelah itu, SBMI akan melaporkan ke kepolisian karena ada dugaan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Dalam keterangannya kepada LiputanBMI, Minggu (19/11), salah satu Tim Advokasi SBMI, Robidin mengatakan, PT SJ harus mendapat sanksi tegas karena berdasarkan pengakuan LD, sejak awal perekrutan sudah terindikasi adanya tindak pidana perdagangan orang.

“LD direkrut oleh seorang sponsor dan ditampung di perumahan biasa dan dipekerjakan selama 9 hari di rumah perekrut tanpa memperoleh upah sebelum diantar ke PT untuk proses keberangkatan ke Singapura. LD juga diberangkatkan secara tidak prosedural karena datanya tidak tersedia di dalam sistem BNP2TKI. LD juga dipaksa menandatangani surat pernyataan yang isinya jika tidak dapat menyelesaikan kontrak kerjanya, ia wajib mengembalikan uang sebesar Rp 28 Juta,” kata Robidin.

Lebih parahnya lagi, lanjut Robidin, ketika LD tidak tahan dengan perlakuan kasar majikannya di Singapura dan terpaksa pulang ke Indonesia, sponsor dan seorang staf PT malah meminta uang sebesar RP 34 juta dengan alasan ganti rugi karena bekerja tidak finish kontrak.

Lebih lanjut Robidin menceritakan, LD diberangkatkan ke Singapura untuk dipekerjakan sebagai PRT oleh PT SJ yang berkantor di Depok pada 31 Juli 2017. Selama di rumah majikannya di Singapura, LD kerap mendapat perlakuan kasar seperti ditampar, dipukul, ditendang dan dicakar hingga luka.

Pada 13 Oktober 2017, kata Robidin, LD keluar dari rumah majikan dan meminta perlindungan ke sebuah NGO di Singapura. Pada 2 November 2107, LD dipulangkan ke Indonesia.

“Saat ini dokumen LD berupa paspor, KK, KTP, dan Ijazah masih ditahan PT. Ini sudah sangat keterlaluan. Kami menuntut pengembalian dokumen dan penghapusan adanya kewajiban membayar ganti rugi karena LD adalah korban. PT SJ harus mendapat sanksi,” tegas Robidin.


(FK, 20/11)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki