Berita > Ekosospol
Nobar Film Jihad Selfie, Din Samsuddin Ingatkan TKI Jangan Terlibat Terorisme
13 Nov 2017 21:36:38 WIB | Redaksi | dibaca 558
Ket: Din Samsudin Nobar Film Jihad Selfie Bersama BMI di Hong Kong
Foto: Aydaa Idaa
Hongkong, LiputanBMI - Prof. Dr. KH Din Syamsuddin selaku utusan khusus Presiden Joko Widodo untuk urusan dialog dan kerja sama antar agama dan peradaban hadir dan nonton bareng film dokumenter Jihad Selfie bersama buruh migran Indonesia di Hong Kong Academy for Performing Arts Wan Chai.

Dalam kesempatan yang juga dihadiri Tri Tharyat, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong tersebut Din menegaskan bahwa menjadi TKI itu sebenarnya telah berjihad.

"Anda sedang berjihad di Hong Kong ini, jihad untuk mengerjakan perbuatan, pekerjaan mulia dengan cara halal mencari rezeki, kemudian untuk mencukupi kebutuhan keluarga," tuturnya disambut gemuruh tepuk tangan audiens.

Din, dalam kesempatan tersebut juga mengomentari film yang sudah dua kali diputar di Hong Kong ini, dan ia menyatakan sepakat untuk mengecam terorisme.

"Pesan dalam film ini bagus, semua juga sepakat bahwa terorisme, apalagi membunuh orang lain itu tidak dibenarkan dalam agama. Khususnya agama Islam," katanya.

"Al-Quran juga berpesan, barang siapa membunuh orang lain, menghilangkan nyawa orang lain, dengan alasan tidak bisa menjadi umat Islam, dia itu, atau mereka itu, seperti membunuh seluruh umat manusia," tuturnya.

Maka dari itu Din Samsuddin meminta BMI yang hadir untuk menyampaikan kepada teman dan saudara agar jangan sampai terlibat dengan terorisme. Karena menurutnya, jihad dalam Islam itu mulia.

"Jihad dalam Islam mulia, adalah perbuatan mudah, namun jangan disalahgunakan, jihad itu adalah mengeluarkan segala upaya untuk mengerjakan dan mencapai hal-hal yang baik," tutup Din Samsudin.

Sementara itu, film yang diputar pada Minggu (12/11) dan disaksikan oleh Yuni Suryati Konsul penerangan, sosial dan budaya KJRI Hong Kong ini adalah sebuah film dokumenter yang disutradarai dan diproduksi oleh Noor Huda Ismail. Film yang diangkat dari kisah nyata ini menggambarkan sebuah jihad yang tidak benar.

Dalam film berdurasi 49 menit ini mengisahkan sosok Akbar, seorang remaja asal Aceh yang bersekolah di Turki telah terpikat melakukan jihad karena melihat foto selfie temannya memegang senjata dan diunggah di media sosial.

Hal ini yang akhirnya menyeret keinginan Akbar bergabung dengan ISIS untuk menjadi teroris. Tetapi, karena teringat dan kecintaanya terhadap sosok ibu di kampung halaman, akhirnya Akbar tidak jadi terjerumus ke dalam lembah terorisme.( Wijiati Supari)
(RED, 13/11)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki