Berita > Seputar TKI
Rayakan Hari Galungan, BMI Beragama Hindu di Hong Kong Rasakan Kedamaian
12 Nov 2017 10:31:48 WIB | Redaksi | dibaca 491
Ket: BMI di Hong Kong Rayakan Hari Galungan
Foto: LBMI
Hongkong, LiputanBMI - Seperti di Indonesia, umat Hindu di Hong Kong juga merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan untuk memperingati terciptanya alam semesta beserta isinya, serta kemenangan Dharma melawan Adharma.

Hari Galungan sendiri diperingati pada setiap 210 hari menurut penanggalan Hindu Saka atau setiap enam bulan sekali, tetapi selalu jatuh di hari Rabu Kliwon Wuku Dugulan. Galungan, berkaitan erat dengan Hari Raya Kuningan yang dianggap sebagai penutup perayaan Galungan. Oleh karena itu, ucapan selamat biasanya berbunyi "Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan".

Tahun ini Galungan jatuh tepat pada tanggal 1 dan Kuningan pada tanggal 8 November. Kesakralan ibadah yang tergabung dalam wadah Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Hong Kong dan Wanita Hindu Dharma Nusantara (WHDN) ini tercermin dalam sembahyangan di Pura Hindu, Happy Valley pada Minggu (12/11).

Adapun tradisi keagamaan yang masih dipegang teguh oleh umat Hindu ini diwujudkan dengan cara menghaturkan Pajegan atau Gebongan (rangkaian buah-buahan dan bunga yang ditata menggunung), Banten (sesaji) yang berupa bubur sumsum berwarna seperti bubuh putih untuk umbi-umbian, bubuh bang untuk padang-padangan, bubuh gadang untuk pohon yang berkembang biak secara generatif, dan bubuh kuning untuk pohon yang berkembang biak secara vegetatif.

Sementara itu, Shumiyarti selaku menggala atau pemimpin sembahyang kepada Liputan BMI menuturkan makna dari hari raya Galungan dan Kuningan.

“Secara ritual dan spiritual pelaksanakanya dengan suasana hati yang damai, selalu kita jadikan kesadaran akan hakekat menjaga dan melindungi dharma itu sendiri, perlindungan oleh Sanghyang Aji Dharma sebagai pengendali di jagat raya ini, serta tidak lupa akan ingat mengucapkan syukur kepada Tuhan atas segala karunia-Nya.” Harap wanita yang juga ketua dari WHDN ini.

Perayaan yang diikuti oleh ratusan Umat Hindu ini berjalan dengan lancar, ditutup dengan saling bersalaman membentuk barisan yang memutar di dalam Pura. Nampak keceriaan terpancar dari wajah-wajah mereka yang kebanyakan adalah wanita dengan anggun mengenakan kebaya khas Bali.( Wijiati Supari)
(RED, 12/11)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki