Berita > Seputar TKI
Merasa Diberangkatkan Unprosedural, TKI Asal Cirebon ini Adukan PT TRG ke P4TKI
11 Nov 2017 20:00:10 WIB | Redaksi | dibaca 2416
Ket: Diana saat mengadu ke P4TKI
Foto: LBMI
Cirebon, LiputanBMI - Diana Anggraeni (32), TKI asal Cirebon, Jawa Barat, diduga direkrut secara unprosedural ketika dua kali diberangkatkan ke Hong Kong oleh PT Tiaramas Ronagemilang pada 2 Mei 2016 dan 22 Agustus 2017.

Warga Desa Klayan, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, tersebut merasa tidak pernah menandatangani Perjanjian Penempatan, Perjanjian Kerja, tidak mengikuti PAP, serta tidak diikut sertakan dalam program asuransi.

Oleh karena itu, dengan didampingi pengurus SBMI Indramayu, Dian mengadukan PT Tiaramas Ronagemilang ke Crisis Center P4TKI Cirebon, Kamis (9/11/).

“Sebelum saya dipulangkan pada 30 April 2017 yang lalu, pihak agency menghubungi saya menawari job dengan biaya sebesar HK$ 9.000 dan saya menerima tawaran agency tersebut," ujar Diana yang mengaku sebelum bekerja di majikan baru harus mengikuti proses dari awal di Indonesia.

“Ketika proses yang kedua, saya hanya dimedikal cek-up saja, lalu diberangkatkan lagi ke Hong Kong," katanya.

Staf Crisis Center P4TKI Cirebon, Agus mengatakan setelah pihaknya menerima pengaduan dan akan menindaklanjuti dengan memanggil kedua belah pihak untuk mengikuti proses mediasi.

"Kami akan panggil PT-nya untuk mediasi. Rencananya pada Minggu depan," jelas Agus saat dikonfirmasi LiputanBMI, Jumat (10/11).

Sementara itu Ketua SBMI Indramayu,Juwarih selaku penerima kuasa hukum mengatakan, pihaknya mengadukan PT Tiaramas Ronagemilang ke P4TKI Cirebon karena PJTKI tersebut diduga telah melanggar ketentuan yang berlaku saat ini.

"Kami mengadukan PT TRG, atas dugaan telah melanggar Pasal 51, 68, jo Pasal 103, UU No. 39/2004 tentang PPTKILN," tegas Juwarih.

Sebelum Diana dipulangkan ke Indonesia pada 23/10/2017, lanjut Juwarih, permasalahannya sempat ditangani oleh Christiana Action dan IOM Hong Kong untuk menggugat majikannya dengan mengadu ke pihak Labour Departemen Hong Kong.

"Gugatannya diterima dan dikabulkan oleh Labour Departemen Hong Kong, kemudian majikan membayar tuntutan ganti rugi sebesar HK$ 8.000," tandasnya.
(RED, 11/11)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki