Berita > Seputar TKI
Merasa Dirugikan Haknya Oleh Perusahaan, Pelaut Ini Adukan Kasusnya ke Disnaker
10 Nov 2017 10:41:45 WIB | Syafii | dibaca 1013
Ket: Kantor Sudin Jakut
Foto: Google
Jakarta, LiputanBMI - Mendatangi Kantor Dinas Ketenagakerjaan Jakarta Utara, IL (56) seorang pelaut mengadukan permasalahan seputar sisa hak gajinya yang belum dibayar oleh PT. Inkor Dunia Samudra (IDS). Kasus ini bermula saat IL dan PT. IDS mengikatkan diri dalam sebuah hubungan kerja.

“Saya diminta untuk jadi General Manager di PT. IDS. Ijasah kepelautan saya dipakai oleh perusahaan sebagai salah satu syarat pelengkap kepengurusan Surat Izin Perekrutan Penempatan Awak kapal (SIUPPAK) di Kementerian Perhubungan, dan saya dijanjikan akan digaji Rp. 10 juta perbulan,” ujar pelaut berijasah Ahli Teknika Tingkat (ATT) 1 tersebut kepada Liputan BMI via seluler, Kamis (09/11/17).

Menurut IL, dirinya selama satu bulan bekerja hanya dibayar oleh perusahaan sebesar Rp. 1, 5 Juta. Alasannya, selama satu bulan IL hanya diminta masuk selama tiga hari kerja, sehingga hak gajinya bukan Rp. 10 juta.

“Saya memang cuma masuk tiga hari kerja, tapi setiap hari saya telpon perusahaan untuk tertib ngantor namun diminta tunggu order/stand by saja di rumah. Kalau begini ya saya rugi, lebih baik berlayar sudah ketahuan gajinya tidak segitu. Perjanjianya kan jelas, gaji saya Rp. 10 juta, kalau dalam sebulan saya masuk terus malah dapat bonus. Kok ini malah enggak dibayar semua?” ungkapnya.

Kejadian tersebut kemudian membuat IL mengadukan hal itu kepada Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) untuk meminta bantuan guna penyelesaian kasusnya.
Terpisah, Wakil Ketua Advokasi, Hukum dan HAM PPI, Rachmat Noor Yasin membenarkan kasus tersebut.

“Ya, Kami sudah mencoba menyurati dan mendatangi perusahaan dalam rangka proses perundingan bipartit pada Senin (06/11/17), tetapi mentok. Ya akhirnya kita sepakati dilanjut ke tingkat tripartit dengan melibatkan pemerintah dalam hal ini Disnaker Jakarta Utara,” tegasnya.

PPI sudah berkoordinasi dengan Kepala Disnaker Jakarta utara dan kemudian menyerahkan berkas-berkas perselisihan untuk dicatatkan, agar pihak Disnaker segera menjadwalkan pertemuan untuk mediasi guna mencari solusi penyelesaian atas kasus tersebut.
(IS, 10/11)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki