Berita > Ekosospol
UU Terorisme Saudi, Dari Hina Raja Dipenjara Hingga Hukuman Mati
06 Nov 2017 00:36:29 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 1500
Ket: Ilustrasi
Foto: Saudi Gazette
Riyadh, LiputanBMI - Arab Saudi telah mengumumankan Undang-Undang baru untuk melawan terorisme. Siapa saja yang terbukti terlibat jaringan terorisme termasuk ikut mendanai akan terancam hukuman mati.

Sebagaimana LiputanBMI kutip dari Saudi Gazette, 4 November 2017, Undang-undang baru tersebut menyatakan bahwa orang-orang yang mencemarkan nama baik dan secara terbuka menghina Raja dan Putra Mahkota akan dijatuhi hukuman 5 sampai 10 tahun penjara.

Teroris yang melakukan serangan teror saat membawa senjata dan bahan peledak akan menghadapi hukuman 10 sampai 30 tahun penjara.

Teroris yang membentuk sel teroris atau yang memimpin akan menghadapi hukuman 10 sampai 25 tahun penjara.

Individu yang menerima pelatihan dari organisasi teroris menggunakan senjata, bahan peledak, bahan kimia, perangkat telekomunikasi kabel dan nirkabel, dan cara menyelundupkannya ke Kerajaan akan menghadapi hukuman 20 sampai 30 tahun penjara.

Individu yang membujuk dan membujuk orang lain untuk bergabung dalam organisasi teroris akan menghadapi 8 sampai 25 tahun penjara.

Individu yang mendirikan kamp pelatihan atau mengelola satu atau mendapatkan pelatihan di kamp tersebut akan menghadapi hukuman 10 sampai 20 tahun penjara.

Hukuman akan lebih keras bagi individu dengan latar belakang militer. Mereka mungkin menghadapi 20 sampai 30 tahun penjara.

Individu yang membantu teroris dengan senjata akan dikenai hukuman 10 sampai 30 tahun penjara.

Individu yang menyalahgunakan status mereka dengan cara apa pun baik status akademis atau sosial atau pengaruh media untuk mempromosikan terorisme akan menghadapi hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Individu yang memalsukan dokumen untuk operasi teroris dan mendapatkan pelatihan tentang seni bela diri untuk operasi teroris akan menghadapi hukuman 10 sampai 30 tahun penjara.

Individu yang menyelundupkan bahan peledak, zat atom atau perangkat komunikasi kabel atau nirkabel akan menghadapi hukuman 15 sampai 20 tahun penjara.

Individu yang melakukan serangan teror yang mengakibatkan kematian satu atau lebih orang akan menghadapi hukuman mati.

Individu mungkin menghadapi denda minimal SR3 juta dan maksimum SR10 juta untuk mendanai operasi teroris.

Pengadilan khusus berwenang membekukan rekening keuangan dan transaksi individual atau menunjuk penjaga pengadilan untuk mengelola uang dan transaksi individu.

Pengadilan juga memiliki wewenang untuk mempublikasikan kejahatan dan hukuman individu tersebut.

Undang-undang baru tersebut juga mencakup perlindungan saksi dan menjaga kerahasiaan identitas mereka.
(IYD/RED, 06/11)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki